{"id":166,"date":"2014-11-27T03:23:00","date_gmt":"2014-11-27T03:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=166"},"modified":"2014-11-27T03:23:00","modified_gmt":"2014-11-27T03:23:00","slug":"the-beauty-of-segara-anak-lombok-island","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=166","title":{"rendered":"The Beauty of &#8220;SEGARA ANAK&#8221; Lombok Island"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">\nAssalamualaikum.. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201c<i><b>Kalo lo tau indonesia itu indah, gak ada waktu lagi buat galau<\/b><\/i>\u201d \u2013 Budi Doremi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/photos-a.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xaf1\/10693758_822097514491096_1081950841_n.jpg\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-a.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xaf1\/10693758_822097514491096_1081950841_n.jpg\" height=\"200\" width=\"200\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nYapss.. aku setuju banget sama penggalan lirik lagunya budi doremi diatas.  Kalo boleh jujur nih, saya itu orangnya gampang banget galau, maka cara saya ngatasin galau itu dengan banyak jalan-jalan atau traveling, entah itu cuma disekitaran domisili (jogja) atau bahkan pernah ngebolang sampe lombok dan makasar sana. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSalah itu keindahan alam indonesia yang saya sambangin kali ini yaitu Segara Anak. Kalian masih inget dulu (yang seumuran saya) di uang sepuluh ribuannya ada gambar danau, trus ada tulisannya kecil keterangan kalo itu Danau Segara Anak. Saya gak pernah bayangin suatu saat bisa sampe sini tapi ternyata puji syukur aLloh ngasih kesempatan saya menjejak disalah satu ciptaan terbaiknya di Segara anak. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDanau Segara Anak ada di pulau Lombok, tepatnya ada pucuk gunung Rinjani. So, untuk sampai kesini rute yang dilalui adalah melewati atau lebih tepatnya mendaki gunung Rinjani. Bagian ini merupakan bagian lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang pendakian Rinjani kami. Yang belum baca bisa klik <a href=\"http:\/\/arifyogapratama.blogspot.com\/2014\/09\/serunya-petualangan-mendaki-rinjani.html\">DISINI<\/a> untuk membacanya..hehehe<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-g.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xpa1\/923753_1483838298533022_938521894_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-g.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xpa1\/923753_1483838298533022_938521894_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">This.. first moment at Segara Anak<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDanau segara anak akan mulai nampak jelas ketika kita sampai di pos Plawangan Sembalun\/Senaru. Jalur pendakian yang kami lewati adalah jalur Plawangan Sembalun, dimana pos Plawangan Sembalun ini adalah camp terakhir sebelum memutuskan untuk pendakian puncak tertinggi atau Summit Attack. Perjalanan menuju segara anak ditempuh setelah kami melakukan pendakian ke puncak tertinggi di gunung rinjani. Setelah kami sampai dipuncak, kami kembali ke pos Plawangan Sembalun untuk kemudian mengambil rute turun ke Danau Segara Anak. Dari pos Plawangan Sembalun ini, waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Segara Anak kurang lebih sekitar empat jam. Namun waktu pendakian yang lumayan panjang tersebut tidak terlalu terasa melelahkan karena sepanjang perjalanan turun kedanau, mata kami dimanjakan oleh pemandangan taman-taman edelweis yang .. ahh.. speachless lah.. you\u2019ve to try it guys\/\/ \ud83d\ude00<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-d.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xap1\/10707237_331952213643099_1237617581_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-d.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xap1\/10707237_331952213643099_1237617581_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i>Menuju segara anak disuguhi pemandangan begini.. siapa gak mau?? <\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKami memutuskan untuk bermalam di danau segara anak sembari memulihkan tenaga yang terkuras habis selama pendakian ke puncak Rinjani. Oleh karena itu kami harus mengumpulkan logistik dan air bersih untuk persediaan makan malan dan esok hari. Untuk air bersih, kami sangat beruntung karena di Segara Anak tersedia mata air bersih yang letaknya ada dibalik bukit. Kurang lebih berjalan lagi sekitar 1 kilometer dari tempat kami camping dipinggir danau. Letak mata air tersebut tidak jauh dari sumber air panas yang juga banyak dikunjungi oleh para pendaki. Kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bersih-bersih badan karena yahhh.. you know lah rasaya empat hari bada belum tersentuh air sedang keringet yang baunya sudah tidak karuan lagi.. hahahah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-d.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xaf1\/10724802_331975740318635_1299384235_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-d.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xaf1\/10724802_331975740318635_1299384235_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i>Mandiii&#8230; bur.. bur.. bur&#8230; <\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSelain air, di Danau Segara Anak ini kami dimudahkan untuk menambah logistik untuk persediaan makan malam. Jumlah ikan yang banyak membuat kami semua memutuskan untuk memancing demi menyuap para cacing yang sudah berisik sejak siang tidak diberi makan. Hehehe.. Jujur saya sangat tidak hobi dalam memancing, tapi di Segara Anak ini beda. Siapapun pasti bakal nagih pengen mancing lagi dan lagi karena ikan-ikan di Danau Segara Anak ini seperti menyerahkan diri begitu saja kepada para pemancing. Baru dua menit saya melepas kail, tiba-tiba kail tersebut langsung bergoyang, dan inilah pengalaman saya untuk pertama kalinya merasakan tarikan ikan pada tongkat pancing yang saya pegang. Menurut kabar yang beredar, pemerintah telah menaburkan benih-benih ikan di Segara Anak ini dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga membuat ekosistem didanau ini kembali baik selain itu para pendaki yang kehabisan bekalpun bisa memanfaatkan ikan-ikan yang ada didanau segara anak ini sebagai lauk-pauk pengganti. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/photos-b.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xaf1\/10817878_1523544607894257_1136879541_n.jpg\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-b.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xaf1\/10817878_1523544607894257_1136879541_n.jpg\" height=\"200\" width=\"200\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDidalam danau terdapat sebuah gunung kecil, anak gunung rinjani yang biasa disebut gunung Barujari. Dari gunung inilah asap belerang muncul dan gunung ini juga menurut penduduk lokal ketinggiannya terus bertambah dari hari kehari. Yah mirip seperti gunung anak Krakatau mungkin ya. Semoga gunung Rinjani tetap aman dan tetap bisa dinikmati oleh para pendaki.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n#Salam Pendaki Rinjani<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<b>GALLERY OF SEGARA ANAK &#8211; Mt. RINJANI<\/b> <\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-d.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xfa1\/10632033_960117420671939_1325326237_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-d.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xfa1\/10632033_960117420671939_1325326237_n.jpg\" height=\"640\" width=\"640\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i>Mata air ada dibalik bukit itu.. rada serem pertama, tapi ketika sampe sana keren banget.. <\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-h.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xaf1\/10706934_267219903474263_309730676_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-h.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xaf1\/10706934_267219903474263_309730676_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i>jadi.. kapan kita kemana?? \ud83d\ude00<\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-c.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xfa1\/10707064_1523241974583226_1255455453_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-c.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xfa1\/10707064_1523241974583226_1255455453_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i>Hutan senaru .. (filter)<\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-f.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xfp1\/891504_544341342362509_1257976647_n.jpg\" height=\"320\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\" width=\"320\" \/><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i>Again&#8230; Laskar Kuping Duren (LKD) <\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-d.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xpa1\/1941140_644672298984291_2862786_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-d.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xpa1\/1941140_644672298984291_2862786_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i><span data-react><span data-react>Hampir<br \/>\n 22 tahun menghirup udara di bumi, cuma dapet 2 tempat dimana bisa<br \/>\nngeliat gugusan bintang sejelas-jelasnya. Salah satunya disini<br \/>\n#segara_anak<\/p>\n<p>Bayangkan kalian lagi ada di dalam mangkok trus atapnya bintang semua,<br \/>\ntanpa awan.. tanpa polusi cahaya perkotaan, kemudian didepan kalian<br \/>\nbanyak lilin-lilin yang terapung diatas danau dan saya bener-bener betah<br \/>\n diluar tenda, cuma suhu udara yg menusuk tulang hingga memaksa sy<br \/>\nmenggagalkan niat untuk tidur beratapkan langit malam itu.. ahh moment<br \/>\nyg gak terucapkan pokoknya.<br \/>\n<\/span><\/span><\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-g.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xfp1\/10643884_933193383362950_1241124339_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-g.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xfp1\/10643884_933193383362950_1241124339_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span data-react><span data-react><i>Belum jadi raja dinegeri sendiri..<\/i> <\/span><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-b.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xpa1\/10632410_1503222949925289_561093498_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-b.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xpa1\/10632410_1503222949925289_561093498_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i>Camping ditengah kabut.. <\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-g.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xpa1\/923753_1483838298533022_938521894_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-g.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xpa1\/923753_1483838298533022_938521894_n.jpg\" height=\"640\" width=\"640\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i>andd&#8230;. here we are&#8230; <\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n&nbsp; <\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-f.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xap1\/10684036_1536823383220285_232674684_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-f.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xap1\/10684036_1536823383220285_232674684_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i><span data-react><span data-react>Kalian<br \/>\n tau apa yang paling ngangenin dari segara anak?? &#8212; MANCINGNYA!! yang<br \/>\ntadinya gak hobi mancing dijamin bakal adict dan teriak-teriak sendiri<br \/>\nkarena gak sampe 2\/3 menit melepas kail pasti udah ada ikan yg nemplok.<br \/>\nKaya udah paham kalo yg mancing udah pada laper dan kehabisan bekal<br \/>\nuntuk santapan kemudian secara sukarela menyerahkan diri kepada kami..<br \/>\nKok bisa?? Ikannya sih gak cuma banyak, tapi banyak benerrr.. pemerintah<br \/>\n ternyata udah nebar ribuan benih ikan mas, mujaer, nila dll di tempat<br \/>\nini.. oh my gov, kalian telah melakukan tindakan yg sangat bijak dan<br \/>\ntepat dan sy apresiasi bgt dah sm pemerintah soal ini.. #IndonesiaKeren<\/span><\/span><\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-f.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xfp1\/10623727_555917364536917_1001766560_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-f.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xfp1\/10623727_555917364536917_1001766560_n.jpg\" height=\"640\" width=\"640\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i><span data-react><span data-react>&#8220;Kapan kamu ada waktu? mau aku ajak melihat keindahan Indonesia&#8221;<\/span><\/span><\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-b.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xaf1\/10004100_351871501642337_1983446946_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-b.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xaf1\/10004100_351871501642337_1983446946_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span data-react><span data-react><i>Kamu<br \/>\n liat siluetnya?<\/p>\n<p>Waktu ngambil gambar ini dalem hati berdoa, someday saya yg jadi<br \/>\nobjeknya dengan latar gunung barujari tersebut.So envy&#8230;&#8230; :<\/i>(<\/span><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-h.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xap1\/10518294_558587920954359_1608024623_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-h.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xap1\/10518294_558587920954359_1608024623_n.jpg\" height=\"640\" width=\"640\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i><span data-react><span data-react>\u201cSemoga<br \/>\n nggak perlu berakit ke hulu lalu berenang ketepian. Tapi aku, kamu,<br \/>\nkita berdua, bisa naik kapal motor cepat ke hulu dan turun tepat di<br \/>\ntepian. Aaamin<\/span><\/span><\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Assalamualaikum.. \u201cKalo lo tau indonesia itu indah, gak ada waktu lagi buat galau\u201d \u2013 Budi Doremi Yapss.. aku setuju banget sama penggalan lirik lagunya budi doremi diatas. Kalo boleh jujur nih, saya itu orangnya gampang banget galau, maka cara saya ngatasin galau itu dengan banyak jalan-jalan atau traveling, entah itu cuma disekitaran domisili (jogja) atau bahkan pernah ngebolang sampe lombok dan makasar sana. Salah itu keindahan alam indonesia yang saya sambangin kali ini yaitu Segara Anak. Kalian masih inget dulu (yang seumuran saya) di uang sepuluh ribuannya ada gambar danau, trus ada tulisannya kecil keterangan kalo itu Danau Segara Anak. Saya gak pernah bayangin suatu saat bisa sampe sini tapi ternyata puji syukur aLloh ngasih kesempatan saya menjejak disalah satu ciptaan terbaiknya di Segara anak. Danau Segara Anak ada di pulau Lombok, tepatnya ada pucuk gunung Rinjani. So, untuk sampai kesini rute yang dilalui adalah melewati atau lebih tepatnya mendaki gunung Rinjani. Bagian ini merupakan bagian lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang pendakian Rinjani kami. Yang belum baca bisa klik DISINI untuk membacanya..hehehe This.. first moment at Segara Anak Danau segara anak akan mulai nampak jelas ketika kita sampai di pos Plawangan Sembalun\/Senaru. Jalur pendakian yang kami lewati adalah jalur Plawangan Sembalun, dimana pos Plawangan Sembalun ini adalah camp terakhir sebelum memutuskan untuk pendakian puncak tertinggi atau Summit Attack. Perjalanan menuju segara anak ditempuh setelah kami melakukan pendakian ke puncak tertinggi di gunung rinjani. Setelah kami sampai dipuncak, kami kembali ke pos Plawangan Sembalun untuk kemudian mengambil rute turun ke Danau Segara Anak. Dari pos Plawangan Sembalun ini, waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Segara Anak kurang lebih sekitar empat jam. Namun waktu pendakian yang lumayan panjang tersebut tidak terlalu terasa melelahkan karena sepanjang perjalanan turun kedanau, mata kami dimanjakan oleh pemandangan taman-taman edelweis yang .. ahh.. speachless lah.. you\u2019ve to try it guys\/\/ \ud83d\ude00 Menuju segara anak disuguhi pemandangan begini.. siapa gak mau?? Kami memutuskan untuk bermalam di danau segara anak sembari memulihkan tenaga yang terkuras habis selama pendakian ke puncak Rinjani. Oleh karena itu kami harus mengumpulkan logistik dan air bersih untuk persediaan makan malan dan esok hari. Untuk air bersih, kami sangat beruntung karena di Segara Anak tersedia mata air bersih yang letaknya ada dibalik bukit. Kurang lebih berjalan lagi sekitar 1 kilometer dari tempat kami camping dipinggir danau. Letak mata air tersebut tidak jauh dari sumber air panas yang juga banyak dikunjungi oleh para pendaki. Kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bersih-bersih badan karena yahhh.. you know lah rasaya empat hari bada belum tersentuh air sedang keringet yang baunya sudah tidak karuan lagi.. hahahah Mandiii&#8230; bur.. bur.. bur&#8230; Selain air, di Danau Segara Anak ini kami dimudahkan untuk menambah logistik untuk persediaan makan malam. Jumlah ikan yang banyak membuat kami semua memutuskan untuk memancing demi menyuap para cacing yang sudah berisik sejak siang tidak diberi makan. Hehehe.. Jujur saya sangat tidak hobi dalam memancing, tapi di Segara Anak ini beda. Siapapun pasti bakal nagih pengen mancing lagi dan lagi karena ikan-ikan di Danau Segara Anak ini seperti menyerahkan diri begitu saja kepada para pemancing. Baru dua menit saya melepas kail, tiba-tiba kail tersebut langsung bergoyang, dan inilah pengalaman saya untuk pertama kalinya merasakan tarikan ikan pada tongkat pancing yang saya pegang. Menurut kabar yang beredar, pemerintah telah menaburkan benih-benih ikan di Segara Anak ini dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga membuat ekosistem didanau ini kembali baik selain itu para pendaki yang kehabisan bekalpun bisa memanfaatkan ikan-ikan yang ada didanau segara anak ini sebagai lauk-pauk pengganti. Didalam danau terdapat sebuah gunung kecil, anak gunung rinjani yang biasa disebut gunung Barujari. Dari gunung inilah asap belerang muncul dan gunung ini juga menurut penduduk lokal ketinggiannya terus bertambah dari hari kehari. Yah mirip seperti gunung anak Krakatau mungkin ya. Semoga gunung Rinjani tetap aman dan tetap bisa dinikmati oleh para pendaki.&nbsp; #Salam Pendaki Rinjani GALLERY OF SEGARA ANAK &#8211; Mt. RINJANI Mata air ada dibalik bukit itu.. rada serem pertama, tapi ketika sampe sana keren banget.. jadi.. kapan kita kemana?? \ud83d\ude00 Hutan senaru .. (filter) Again&#8230; Laskar Kuping Duren (LKD) Hampir 22 tahun menghirup udara di bumi, cuma dapet 2 tempat dimana bisa ngeliat gugusan bintang sejelas-jelasnya. Salah satunya disini #segara_anak Bayangkan kalian lagi ada di dalam mangkok trus atapnya bintang semua, tanpa awan.. tanpa polusi cahaya perkotaan, kemudian didepan kalian banyak lilin-lilin yang terapung diatas danau dan saya bener-bener betah diluar tenda, cuma suhu udara yg menusuk tulang hingga memaksa sy menggagalkan niat untuk tidur beratapkan langit malam itu.. ahh moment yg gak terucapkan pokoknya. Belum jadi raja dinegeri sendiri.. Camping ditengah kabut.. andd&#8230;. here we are&#8230; &nbsp; Kalian tau apa yang paling ngangenin dari segara anak?? &#8212; MANCINGNYA!! yang tadinya gak hobi mancing dijamin bakal adict dan teriak-teriak sendiri karena gak sampe 2\/3 menit melepas kail pasti udah ada ikan yg nemplok. Kaya udah paham kalo yg mancing udah pada laper dan kehabisan bekal untuk santapan kemudian secara sukarela menyerahkan diri kepada kami.. Kok bisa?? Ikannya sih gak cuma banyak, tapi banyak benerrr.. pemerintah ternyata udah nebar ribuan benih ikan mas, mujaer, nila dll di tempat ini.. oh my gov, kalian telah melakukan tindakan yg sangat bijak dan tepat dan sy apresiasi bgt dah sm pemerintah soal ini.. #IndonesiaKeren &#8220;Kapan kamu ada waktu? mau aku ajak melihat keindahan Indonesia&#8221; Kamu liat siluetnya? Waktu ngambil gambar ini dalem hati berdoa, someday saya yg jadi objeknya dengan latar gunung barujari tersebut.So envy&#8230;&#8230; \ud83d\ude41 \u201cSemoga nggak perlu berakit ke hulu lalu berenang ketepian. Tapi aku, kamu, kita berdua, bisa naik kapal motor cepat ke hulu dan turun tepat di tepian. Aaamin<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/166"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=166"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/166\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}