{"id":182,"date":"2014-08-19T07:33:00","date_gmt":"2014-08-19T06:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=182"},"modified":"2014-08-19T07:33:00","modified_gmt":"2014-08-19T06:33:00","slug":"angkat-ransel-mu-ayo-traveling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=182","title":{"rendered":"Angkat Ransel Mu, Ayo Traveling :)"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">\nhai gais..?? pada sibuk apa nih?&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBingung mau ngapain? Yuk cek tempat-tempat disekitar kita yang bisa jadi objek traveling. Traveling itu asik loh, banyak ilmu yang bisa didapet, banyak kenalan, sodara baru dan yang pasti namanya traveling gak harus mahal walaupun tetep kalo mau traveling kamu awesome harus pinter-pinter ngatur budget.&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nNah beberapa waktu yang lalu aku dapet artikel menark dari Hipwee tentang hal-hal yang hanya kamu dapetin ketika kamu angkat ranselmu dan mulai bepergian, melihat dunia. Langsung aja deh cekidott.. \ud83d\ude42<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n===================000=======================================<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPerjalanan kerap dianggap sebagai proses untuk menemukan diri<br \/>\nsendiri. Lewat perjalanan, seseorang tidak hanya menambah pengetahuannya<br \/>\n mengenai tempat-tempat baru, melainkan juga membuka tabir diri yang<br \/>\nbelum diketahui selama ini. Tapi tidak semua orang sepakat pada pendapat<br \/>\n ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>\n<em>\u201cMengenal diri sendiri kan gak harus lewat&nbsp;traveling.&nbsp;Baca buku dan menulis juga bisa membuat kita mengenal diri sendiri, kok!\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nWalau pendapat diatas tidak sepenuhnya salah, harus diakui&nbsp;bahwa<br \/>\nmemang ada beberapa hal yang hanya bisa kamu pelajari lewat proses<br \/>\nmengangkat ransel dan melangkahkan kaki ke tempat-tempat asing. Duduk,<br \/>\nmembaca bahkan menonton tayangan penambah wawasan sebanyak apapun tidak<br \/>\nakan membuat kamu bisa merasakan hal-hal ini. Apa aja sih hal-hal<br \/>\ntersebut?<\/div>\n<p><\/p>\n<h2>\n1. Kamu Akan Sadar Bahwa Zona Nyaman Selalu Bisa Diperluas<\/h2>\n<div>\n<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" alt=\"Zona nyaman harus terus kamu ciptakan sendiri\" class=\"size-large wp-image-18701\" height=\"637\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/img02143-20120429-0720-850x637.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nZona nyaman harus terus kamu ciptakan sendiri via <a href=\"http:\/\/justmerry.wordpress.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">justmerry.wordpress.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBarangkali selama ini kamu tinggal di Jogja yang dikenal sebagai kota dengan kultur&nbsp;<em>selo&nbsp;<\/em>dan makanan manisnya. Kamu merasa tidak akan mungkin sanggup hidup di Jakarta yang ruwet dan&nbsp;<em>semrawut.&nbsp;<\/em>Tapi suatu hari kamu memutuskan melakukan perjalanan keliling Jawa lewat jalur darat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMelalui perjalanan tersebut kamu akan sadar bahwa, ternyata kamu<br \/>\ntetap bisa hidup di berbagai kota yang kultur dan situasinya berbeda.<br \/>\nAda banyak daerah lain yang berbeda dari kota asalmu, akan ada<br \/>\norang-orang dengan aksen dan gaya bicara berbeda yang kamu temui.<br \/>\nAnehnya, kamu tetap akan merasa nyaman.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDari perjalanan kamu akan memahami bahwa zona nyaman tidak akan<br \/>\ndatang sendiri. Kamu harus berusaha melatih diri untuk menerima situasi<br \/>\nyang kamu hadapi dan membuat dirimu bisa bertahan di dalamnya. Zona<br \/>\nnyaman tidak pernah berhenti di satu tempat saja, ia selalu bisa<br \/>\ndiperluas.<\/div>\n<h2>\n2. Kebaikan Adalah Mata Uang Yang Selalu Bisa Digunakan&nbsp;Di Berbagai Belahan Dunia<\/h2>\n<div>\n<img decoding=\"async\" alt=\"Kebaikan akan tetap laku dimanapun\" class=\"size-large wp-image-18702\" height=\"743\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/edit6a00e55189f58888330168eab98865970c-850x743.png\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nKebaikan akan tetap laku dimanapun via <a href=\"http:\/\/momathonblog.typepad.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">momathonblog.typepad.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMelalui perjalanan kamu akan bertemu dengan beragam tipe orang dari<br \/>\nberbagai latar belakang. Pribadi-pribadi dengan kebiasaan dan gaya hidup<br \/>\n yang kadang berseberangan denganmu. Lewat interaksi dengan mereka,<br \/>\nmatamu akan terbuka,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>\n<em>\u201cTernyata akan selalu ada orang baik dimanapun.\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKetika kamu tersesat karena salah naik bus di Fukuoka, ada&nbsp;<em>ahjusi (<\/em>nenek-nenek) yang menghampirimu dan menunjukkan jalur yang tepat meski menggunakan bahasa Inggris yang patah-patah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nWaktu kamu yang berjilbab kesulitan mendapat&nbsp;<em>host-family&nbsp;<\/em>di<br \/>\nAmerika Serikat pasca tragedi 9\/11 ada pasangan sesama jenis yang rela<br \/>\nmembuka pintu rumahnya dan menerimamu sebagai keluarga.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPerjalanan membuka matamu bahwa kebaikan adalah mata uang universal<br \/>\nyang selalu bisa digunakan dimanapun. Meski menggunakan bahasa berbeda,<br \/>\ntapi kebaikan dan perhatian akan selalu punya bahasanya yang sendiri<br \/>\nyang akan bisa dipahami oleh siapapun.<\/div>\n<p><\/p>\n<h2>\n3. Kamu Tidak Boleh Menilai Sesuatu Sampai Kamu Merasakannya Sendiri<\/h2>\n<div>\n<img decoding=\"async\" alt=\"Penilaianmu tidak relevan selama kamu belum pernah merasakan hal serupa\" class=\"size-large wp-image-18704\" height=\"565\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/kyoto-kimono-japan-850x565.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nPenilaianmu tidak relevan selama kamu belum pernah merasakan hal serupa via <a href=\"http:\/\/www.backyardtravel.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">www.backyardtravel.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSelama ini pemberitaan di berbagai media menceritakan betapa indahnya<br \/>\n Jepang dan Korea. Ada sakura, ada pesta kembang api, kaya akan unsur<br \/>\nmodern dan tradisional. Karena penasaran dengan hal-hal tersebut<br \/>\nakhirnya kamu memutuskan untuk melakukan perjalanan kesana.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTapi ternyata kehidupan lokal masyarakat Jepang dan Korea tidak<br \/>\nsesempurna di film drama serial yang sering kamu pelototi tiap malam<br \/>\nitu. Mereka tetap berjuang untuk bisa mendapatkan pekerjaan, wanita&nbsp;Asia<br \/>\n Timur bahkan harus berjuang untuk hidup dalam sistem masyarakat yang<br \/>\nsangat patriarkal.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKekagetan yang sama juga kamu rasakan saat menjejakkan kaki di tanah<br \/>\nPapua. Daerah di ujung timur Indonesia yang sering digambarkan sebagai<br \/>\npulau penuh konflik ini ternyata jauh dari menyeramkan. Sentani dan<br \/>\nJayapura membuatmu tak bisa berhenti berdecak kagum.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nHanya pejalanlah yang akan mampu mengambil keputusan bijak untuk<br \/>\ntidak gegabah dalam mengambil penilaian terhadap sesuatu, sebelum mereka<br \/>\n melihat dan mengalaminya secara langsung.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<p><\/p>\n<h2>\n4. Hidup Tidak Akan Selamanya Ramah Padamu<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Kehujanan dan kehilangan barang jadi hal biasa\" class=\"size-large wp-image-18709\" height=\"566\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/13022014-041549-bq9a0134-850x566.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nKehujanan dan kehilangan barang jadi hal biasa via <a href=\"http:\/\/thewayfarerspath.wordpress.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">thewayfarerspath.wordpress.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDalam perjalanan, seseorang akan dihadapkan pada berbagai ujian dan<br \/>\ntantangan. Mulai dari rasa makanan yang absurd, kesulitan berkomunikasi<br \/>\nkarena perbedaan bahasa, kehujanan sampai kehilangan barang berharga.<br \/>\nWalau dihadang kesulitan dan jalan terjal tapi kamu akan teguh berpegang<br \/>\n pada keyakinan untuk terus melanjutkan perjalanan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDari kegiatan mengangkat keril dan berjalan itulah kamu akan sadar<br \/>\nbahwa hidup tidak akan terus ramah padamu, dan kamu harus bisa<br \/>\nmenghadapinya.&nbsp;Perjalanan akan membuat seseorang terbiasa untuk<br \/>\nberadaptasi pada berubahnya kurva hidup. Akan selalu ada masa hidup<br \/>\nmengeluarkan candaannya dan membuatmu jatuh untuk sementara waktu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKetika dihadang oleh berbagai kesulitan, kamu hanya punya 2 pilihan: <em>bangkit dan melanjutkan perjalanan<\/em> atau <em>duduk diam menunggu redanya angin cobaan.<\/em><em>&nbsp;<\/em>Kebanyakan<br \/>\n pejalan akan dengan gagah memilih opsi pertama. Kasar dan beringasnya<br \/>\nhidup tidak akan mampu membuat mereka jadi pecundang yang mudah<br \/>\nmenyerah.<\/div>\n<h2>\n5. Hanya Kamu yang Bisa Menyelamatkan Dirimu Sendiri<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Hanya kamu yang bisa menyelamatkan dirimu sendiri\" class=\"size-large wp-image-18711\" height=\"564\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/dsc_7504-850x564.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nHanya kamu yang bisa menyelamatkan dirimu sendiri (selain Tim SAR) via <a href=\"http:\/\/sarangpenyamun.wordpress.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">sarangpenyamun.wordpress.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTeman, keluarga, dan orang-orang yang bisa diandalkan akan selalu<br \/>\ndatang dan pergi. Tidak akan ada orang yang bisa menjamin 100% bahwa dia<br \/>\n akan terus ada dalam hidupmu. Perjalanan akan mengajarkanmu satu hal<br \/>\npenting: <em>di akhir hari, hanya dirimulah yang bisa kamu andalkan.<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPemahaman macam ini kamu dapatkan dari pendakian Gunung Slamet yang<br \/>\npernah membuatmu hampir mati karena hipotermia.&nbsp;Otakmu dengan galak<br \/>\nterus berteriak untuk memaksa kaki yang makin kaku agar terus melangkah.<br \/>\n Pikirmu saat itu,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote><p>\n<em>\u201cAku harus terus berjalan dan menyelamatkan diri sendiri, atau menyerah dan menunggu diselamatkan Tim SAR.\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSeorang pejalan akan banyak berdialog dengan dirinya sendiri. Ia<br \/>\npaham betul bahwa ia harus benar-benar bisa mengandalkan diri sendiri<br \/>\ndalam berbagai situasi. Seorang pejalan adalah pribadi yang hangat dan<br \/>\nbisa bergaul dengan orang banyak. Tapi tetap tidak&nbsp;jadi orang yang takut<br \/>\n saat harus menghadapi semuanya sendirian. Ia sudah mafhum&nbsp;diluar kepala<br \/>\n bahwa hidup memang sebuah perjuangan yang sepi.<\/div>\n<h2>\n6. Kamu Bisa Berjalan Sendirian, Tapi (<em>Kalau Kamu Mau Berusaha<\/em>) Kamu Tidak Akan Merasa Kesepian<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Selalu ada cara agar kamu tidak merasa kesepian\" class=\"size-large wp-image-18715\" height=\"633\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/cahuita-hostel-850x633.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nSelalu ada cara agar kamu tidak merasa kesepian via <a href=\"http:\/\/chroniclesofatraveladdict.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">chroniclesofatraveladdict.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSelalu ada orang baru yang bisa kamu kenal. Selalu ada kesempatan<br \/>\nuntuk berbincang dan menjalin hubungan dengan penduduk lokal atau sesama<br \/>\n pejalan. Selalu ada titik dimana sesama manusia akan bisa terhubung,<br \/>\nhanya jika masing-masing pribadi&nbsp;mau membuka diri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nLewat perjalanan kamu akan sadar bahwa rasa sepi adalah pilihan yang<br \/>\nbisa kamu ambil atau kamu tinggalkan. Kesepian atau tidak ditentukan<br \/>\noleh sikap dan pilihanmu sendiri. Selama kamu memilih untuk tidak merasa<br \/>\n sepi, maka akan selalu ada cara untuk menyingkirkan rasa tersebut dari<br \/>\ndirimu.<\/div>\n<h2>\n7. Sendirian Ternyata Tidak Semenakutkan Bayanganmu<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Kesendirian tidak lagi terasa menakutkan\" class=\"size-large wp-image-18716\" height=\"565\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/DSC_8788-850x565.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nKesendirian tidak lagi terasa menakutkan via <a href=\"http:\/\/blog.theholidaze.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">blog.theholidaze.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBarangkali selama ini kamu adalah orang yang paling enggan sendirian.<br \/>\n Makan harus sama teman-teman, pergi dan belanja juga harus ditemani<br \/>\npacar. Rasanya melakukan semua hal&nbsp;sendirian itu tidak nyaman. Coba deh<br \/>\nlakukan perjalanan seorang diri ke suatu tempat, kemungkinan besar<br \/>\npandanganmu soal kesendirian akan berubah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDalam perjalanan (<em>terutama yang memakan waktu lama<\/em>) kamu<br \/>\nakan menemukan pemaknaan baru soal kesendirian. Alih-alih mengerikan,<br \/>\nkamu akan merasa bahwa sepi dan sendiri terkadang justru membebaskan.<br \/>\nAda kalanya kamu memang butuh sendiri dan mendengarkan apa yang hatimu<br \/>\nmau.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nHidup tidak selamanya harus riuh, kamu tidak harus terus didampingi<br \/>\nuntuk melanjutkan hidup. Terkadang kamu tidak percaya bahwa kamu bisa<br \/>\nmenghadapi semua tantangan di perjalanan tanpa bantuan siapapun.<br \/>\nSendiri, ternyata tidak semenakutkan apa yang kamu bayangkan selama ini.<\/div>\n<h2>\n8. Berbincang Dengan Orang Asing Itu Ternyata Asyik<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Berkomunikasi dengan orang asing ternyata asyik\" class=\"size-large wp-image-18719\" height=\"633\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Malaysia-and-Cambodia-295-850x633.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nBerkomunikasi dengan orang asing ternyata asyik via <a href=\"http:\/\/seesimi.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">seesimi.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSaat naik kapal untuk melihat bunga di Pulau Nokonoshima, Kyushu,<br \/>\nkamu bertemu dengan ibu muda yang membawa 2 anak lelakinya. Dia<br \/>\nmenanyakan dari mana asalmu. Kalian kemudian terlibat dalam pembicaraan<br \/>\nseru. Dari perbincangan itu kamu baru tahu bahwa banyak wanita Jepang<br \/>\nharus meninggalkan pekerjaan purna waktunya setelah menikah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPerjalanan akan membuatmu sepakat bahwa selalu ada sisi menarik dari<br \/>\nsetiap orang yang kamu temui. Membuka diri dan berbincang dengan mereka<br \/>\nakan makin menambah wawasan tentang kultur tempat yang sedang kamu<br \/>\nkunjungi. Ternyata membuka diri dan mengenal orang baru justru akan<br \/>\nmakin membuatmu&nbsp;<em>kaya<\/em>.<\/div>\n<h2>\n9. Bahagia Dan Rasa \u201cTerpenuhi\u201d Justru Kerap Datang Dari Hal-Hal Sederhana<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Kebahagiaan justru datang dari hal sederhana\" class=\"size-large wp-image-18733\" height=\"555\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/editap_73db3053826aef0f510f6a7067005710-850x555.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nKebahagiaan justru datang dari hal sederhana via <a href=\"http:\/\/ktar.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">ktar.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTinggal di Korea dengan uang kurang dari 500.000 Won per-bulan (5<br \/>\njuta rupiah) pernah membuatmu jadi orang paling nelangsa di dunia.<br \/>\nBagaimana tidak, separuh dari uang tersebut harus kamu gunakan untuk<br \/>\nmembayar sewa kamar. Sisanya baru bisa digunakan untuk kebutuhan<br \/>\npribadi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTraveling dan menjajal hidup di tanah lain tidak hanya membuatmu jadi<br \/>\n orang yang lebih tangguh. Ia juga akan membuka persepsi lain soal<br \/>\nkebahagiaan. Kamu akan tahu kalau bukan cuma uang dan kepemilikan materi<br \/>\n yang bisa membuatmu bahagia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nWalau kamu harus makan tahu dan <em>kimchi<\/em> tiap hari, toh kamu<br \/>\ntetap bahagia ketika melihat kelap-kelip lampu diatas jembatan<br \/>\npenyeberangan. Langit yang biru dan terasa dekat sekali diatas kepala<br \/>\nsudah bisa membuatmu tersenyum. Baru kali ini kamu nyaman hidup dengan<br \/>\npakaian seadanya dan tanpa polesan&nbsp;<em>make-up&nbsp;<\/em>tebal.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPerjalanan akan membuatmu bertanya:&nbsp;<em>\u201cTerlalu muluk-kah definisi bahagiaku selama ini?\u201d<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<h2>\n10. Selalu Ada Hal Yang Harus Dikorbankan Untuk Mencapai Sesuatu<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Demi bisa mendapatkan muka sumringah macam ini kamu harus usaha keras menabung\" class=\"size-large wp-image-18722\" height=\"637\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/1.1373763056.grocer-s-inn-our-hostel-850x637.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nDemi bisa mendapatkan muka sumringah macam ini kamu harus usaha keras menabung via <a href=\"http:\/\/www.travelpod.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">www.travelpod.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPerjalananmu bisa tercapai karena kamu gigih menyimpan sepertiga<br \/>\ngajimu selama 3 tahun. Kamu harus rela tidak makan diluar, hanya minum<br \/>\nteh sementara teman-temanmu bisa memesan <i>latte&nbsp;<\/i>atau&nbsp;<em>frapuccino&nbsp;<\/em>di kafe langganan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTidak hanya berkorban dalam prosesnya. Di perjalanan pun kamu harus<br \/>\nbanyak membuat pilihan. Saat mendaki Gunung Lawu, misalnya. Kamu harus<br \/>\nmemilih akan lewat jalur yang landai, berpemandangan menarik tapi lebih<br \/>\npanjang atau naik lewat jalur yang curam, pemandangannya tidak begitu<br \/>\ncantik tapi menawarkan waktu tempuh lebih cepat?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nProses menuju dan selama perjalanan mengajarkanmu untuk terus membuat<br \/>\n pihan. Kamu tidak akan bisa mendapatkan semua yang kamu mau disaat<br \/>\nbersamaan. Hidup adalah proses panjang membuat serentetan pilihan yang<br \/>\ntidak akan pernah berhenti.<\/div>\n<h2>\n11. Tidak Diperlukan Zona Waktu Yang Sama Dan Ikatan Darah Untuk Membuat Hubungan Bertahan<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Keluarga bukan cuma soal ikatan darah\" class=\"size-large wp-image-18723\" height=\"566\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/ditdsc_01751-850x566.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nKeluarga bukan cuma soal ikatan darah via <a href=\"http:\/\/www.travelpod.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">www.travelpod.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nLewat perjalanan kamu akan bertemu dengan banyak orang yang secara<br \/>\najaib masih terus terhubung denganmu sampai hari ini. Bahkan terkadang<br \/>\nkamu merasa lebih&nbsp;<em>dekat&nbsp;<\/em>dengan mereka dibanding dengan<br \/>\norang-orang di sekelilingmu. Walau tidak bertemu setiap hari dan tidak<br \/>\nrutin saling bertukar kabar, kamu hanya tahu bahwa mereka&nbsp;<em>ada.<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKamu akan memandang ikatan pertemanan dan keluarga dengan berbeda.<br \/>\nTidak hanya mereka yang tinggal di zona waktu yang sama saja yang bisa<br \/>\nkamu ajak bersenang-senang dan berbagi cerita. Mereka yang tinggal di<br \/>\nbelahan bumi lain pun bisa membuatmu merasa terdampingi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPasangan&nbsp;<em>gay&nbsp;<\/em>yang dulu membuka pintu rumahnya untukmu itu<br \/>\nkini sudah jadi keluargamu. Tanpa proses adopsi yang merepotkan, kamu<br \/>\nsudah merasa punya 3 ayah di dunia. Perjalanan akan memberimu perspektif<br \/>\n yang lebih luas soal hubungan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTernyata orang di seluruh dunia bisa terhubung dengan indah dan lekat. Selama mereka memang mau menjalin kedekatan.<\/div>\n<h2>\n12. Kamu Tidak Lebih Baik (Ataupun Lebih Buruk) Dari Orang Di Luar Sana<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Kamu tidak perlu merasa superior ataupun inferior\" class=\"size-large wp-image-18724\" height=\"637\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/DSCN3643-850x637.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nKamu tidak perlu merasa superior ataupun inferior via <a href=\"http:\/\/carlyoverthehillsandfaraway.blogspot.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">carlyoverthehillsandfaraway.blogspot.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTerkadang sebagai orang Indonesia kamu sering merasa rendah diri jika berhadapan dengan&nbsp;<em>bule.&nbsp;<\/em>Mereka<br \/>\n terlihat lebih berani mengungkapkan pendapat, lebih kritis dalam<br \/>\nberpikir dan mengeluarkan argumen. Dampaknya kamu enggan membuka pintu<br \/>\ninteraksi dengan mereka dan terus merasa seperti remah-remah rempeyek.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAtau kasus lainnya. Sebagai orang Jawa kamu merasa lebih pintar dari<br \/>\norang-orang Papua. Setiap melihat mereka yang berkulit hitam dan<br \/>\nkeriting, kamu akan berpikir kalau mereka tidak secerdas kamu. Padahal<br \/>\nkamu belum punya pengalaman berinteraksi langsung dengan mereka.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTanpa pernah melakukan perjalanan dan melakukan interaksi intens<br \/>\ndengan orang di luar zona nyamanmu, pemahamanmu tidak akan pernah<br \/>\nberkembang. Kamu akan terus merasa superior dan atau inferior terhadap<br \/>\norang lain. Padahal sebenarnya kamu tidak harus merasa rendah diri atau<br \/>\npun tinggi hati. Toh manusia selalu punya kelemahan dan kelebihannya<br \/>\nsendiri.<\/div>\n<h2>\n13. Orang Di Seluruh Dunia Ternyata Tidak Begitu Berbeda<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Selalu ada nilai universal bagi orang di seluruh dunia\" class=\"size-large wp-image-18726\" height=\"637\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IMGP4309-850x637.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nSelalu ada nilai universal bagi orang di seluruh dunia via <a href=\"http:\/\/wesbrakerjapan.blogspot.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">wesbrakerjapan.blogspot.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKamu merasa selama ini terkotak-kotakkan oleh ras, agama dan asal<br \/>\nnegara? Merasa orang diluar sana aneh dan tidak akan bisa menerima<br \/>\nnilai-nilai yang kamu yakini selama ini? Hanya dengan melakukan<br \/>\nperjalanan lah pemahaman ini bisa berubah. Dari menjejakkan kaki di<br \/>\ntempat baru nan asing kamu akan sadar bahwa semua orang di seluruh dunia<br \/>\n punya nilai universal.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKalian akan tetap tertawa ketika saling mengungkapkan candaan lucu.<br \/>\nKawanmu dari Belgia ternyata juga bisa ikut sedih ketika kamu khawatir<br \/>\nkeluargamu terkena dampak letusan Gunung Merapi. Meskipun di negara<br \/>\nasalnya tidak ada gunung berapi dan Eropa sudah punya sistem<br \/>\npenanggulangan bencana yang handal.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nLewat perjalanan kamu akan sadar bahwa manusia di belahan dunia<br \/>\nmanapun ternyata tidak terlalu berbeda. Terlepas dari perbedaan bahasa<br \/>\nibu, kita tetap bicara dengan bahasa serupa dalam kasih, niat baik dan<br \/>\ncinta. Bagi pejalan, dunia tidak lagi terasa asing dan menakutkan.<\/div>\n<h2>\n14. Identitasmu Ternyata Bisa Terus Berkembang<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Kamu tidak akan selamanya jadi orang yang sama\" class=\"size-large wp-image-18739\" height=\"637\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IMG_0931-850x637.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nKamu tidak akan selamanya jadi orang yang sama via <a href=\"http:\/\/ubermoon.blogspot.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">ubermoon.blogspot.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nLewat perjalanan kamu akan mengetahui&nbsp;bahwa konsep diri tidak akan<br \/>\npernah berhenti diciptakan. Dirimu yang sekarang bisa saja berubah dan<br \/>\nberkembang. Barangkali kamu tidak suka kentang goreng sebelumnya, tapi<br \/>\ndi Belanda kamu justru jatuh cinta pada rasa kentang goreng yang gurih.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKamu yang sebelum memulai perjalanan tidak suka kegiatan&nbsp;<em>outdoor&nbsp;<\/em>justru<br \/>\n bisa jatuh cinta pada snorkeling setelah tinggal di Derawan selama 2<br \/>\nminggu. Kegemaran, preferensi dan nilai yang kamu anut ternyata tidak&nbsp;<em>saklek.&nbsp;<\/em>Selalu ada ruang untuk perubahan yang tersedia dalam dirimu.<\/div>\n<h2>\n15. Kamu Tidak Akan Lagi Bisa Mendefinisikan \u201cRumah\u201d Hanya Di Satu Tempat<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Konsep rumah tidak akan pernah lagi sesederhana sebelumnya\" class=\"size-large wp-image-18728\" height=\"850\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/20140508-132221-850x850.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nKonsep rumah tidak akan pernah lagi sesederhana sebelumnya via <a href=\"http:\/\/tingesofting.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">tingesofting.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSelepas perjalanan yang mengubah banyak hal dalam hidup, konsepmu tentang \u201c<em>pulang<\/em>\u201d dan \u201c<em>rumah<\/em>\u201d<br \/>\n juga akan ikut bergeser. Rumah bagimu bukan lagi hanya kota kelahiran<br \/>\natau tempat dimana orang tuamu tinggal. Ada tempat dan orang-orang lain<br \/>\ndi belahan dunia sana yang juga bisa membuatmu merasa <em>kembali.<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nInilah harga yang harus dibayar dari sebuah perjalanan yang<br \/>\nmemberikan banyak nilai ke hidupmu. Separuh hati dan kehidupanmu akan<br \/>\nterus tertinggal di tempat yang kamu kunjungi. Ada suara dalam dirimu<br \/>\nyang akan terus memanggil untuk kembali ke tempat-tempat itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nLalu, apakah kamu menyesal karena selepas perjalanan <em>\u201cpulang<\/em>\u201d dan <em>\u201crumah\u201d<\/em> bertransformasi jadi lebih rumit?<\/div>\n<blockquote><p>\n<em>Tentu tidak. Bagaimana kamu bisa menyesalkan sebuah perjalanan yang mengubahmu jadi pribadi yang lebih baik?<\/em><\/p><\/blockquote>\n<h2>\n16. Perjalanan Memperlihatkan Bahwa Dunia Masih Sangat Luas Dan Kakimu Akan Selalu Gatal Untuk Pergi<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Kakimu gatal untuk terus pergi\" class=\"size-large wp-image-18736\" height=\"637\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IMG_2174-850x637.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div>\nKakimu gatal untuk terus pergi via <a href=\"http:\/\/choypengism.blogspot.com\/\" target=\"new\" rel=\"noopener\">choypengism.blogspot.com<\/a><\/div>\n<div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPerjalanan membuka matamu tentang betapa luasnya dunia, betapa banyak<br \/>\n tempat yang belum kamu jamah dengan kakimu, betapa rakusnya kamu untuk<br \/>\nmendapatkan kesempatan menghirup udara yang berbeda. Kamu tidak akan<br \/>\npernah merasa cukup hanya dengan sebuah perjalanan. Kakimu akan selalu<br \/>\ngatal untuk pergi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nLewat proses mempersiapkan diri dan membawa kakimu menjelajahi<br \/>\ntempat-tempat asing kamu akan belajar&nbsp;bahwa selalu ada hal yang layak<br \/>\ndiperjuangkan dalam hidup.&nbsp;Pekerjaanmu yang kadang membuatmu setengah<br \/>\ngila tetap layak dilakoni, karena hanya dengan penghasilan itulah kamu<br \/>\nbisa mengumpulkan uang untuk pergi ke Derawan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKesibukan dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam memang melelahkan, tapi<br \/>\nkamu tetap punya pilihan untuk menyerah atau berjalan dan menghadiahi<br \/>\ndiri dengan perjalanan kelak. Dari perjalanan kamu akan tahu bahwa hidup<br \/>\n tidak akan pernah berhenti di sisi bumi tempat kakimu berdiri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<p><\/p>\n<h2>\n17. Kamu Tidak Akan Jadi Orang yang Sama Selepas Pulang<\/h2>\n<div>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Kamu tidak akan lagi jadi orang yang sama setelah pulang\" class=\"size-large wp-image-18737\" height=\"609\" src=\"http:\/\/www.hipwee.com\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/chinese-proverb-850x609.jpg\" width=\"850\" \/><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKamu tidak akan lagi jadi orang yang sama setelah pulang&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAda hal-hal yang tidak akan lagi sama selepas kamu kembali ke tempat<br \/>\nasal. Kamu jadi lebih kritis memandang masyarakat dan interaksi di<br \/>\nsekitarmu. Ide-idemu jadi lebih liar, keyakinan dan prinsip yang kamu<br \/>\nanut pun makin kuat. Perjalanan ternyata mengubahmu dalam waktu singkat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBanyak orang akan menganggapmu aneh dan&nbsp;<em>nyinyir.&nbsp;<\/em>Proses<br \/>\nmenyesuaikan diri kembali memang tidak pernah mudah. Tapi yakinlah, kini<br \/>\n kamu sudah dalam proses untuk berkembang jadi pribadi yang lebih baik.<br \/>\nPerjalanan bukan pecundang yang hanya&nbsp;mengambil waktu dan tabunganmu<br \/>\ntanpa pernah mengajarkanmu sesuatu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBagaimana, apakah kamu para pejalan juga merasakan hal yang serupa?<br \/>\nApakah kamu yang belum banyak melangkahkan kaki melihat dunia jadi gatal<br \/>\n ingin berjalan setelah membaca ini?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDunia masih luas diluar sana, dan sayangnya kita hanya punya satu<br \/>\nkali kesempatan hidup untuk menjelajahinya. Jadi, kenapa tidak mulai<br \/>\ndari sekarang?<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>hai gais..?? pada sibuk apa nih?&nbsp; Bingung mau ngapain? Yuk cek tempat-tempat disekitar kita yang bisa jadi objek traveling. Traveling itu asik loh, banyak ilmu yang bisa didapet, banyak kenalan, sodara baru dan yang pasti namanya traveling gak harus mahal walaupun tetep kalo mau traveling kamu awesome harus pinter-pinter ngatur budget.&nbsp; Nah beberapa waktu yang lalu aku dapet artikel menark dari Hipwee tentang hal-hal yang hanya kamu dapetin ketika kamu angkat ranselmu dan mulai bepergian, melihat dunia. Langsung aja deh cekidott.. \ud83d\ude42 ===================000======================================= Perjalanan kerap dianggap sebagai proses untuk menemukan diri sendiri. Lewat perjalanan, seseorang tidak hanya menambah pengetahuannya mengenai tempat-tempat baru, melainkan juga membuka tabir diri yang belum diketahui selama ini. Tapi tidak semua orang sepakat pada pendapat ini. \u201cMengenal diri sendiri kan gak harus lewat&nbsp;traveling.&nbsp;Baca buku dan menulis juga bisa membuat kita mengenal diri sendiri, kok!\u201d Walau pendapat diatas tidak sepenuhnya salah, harus diakui&nbsp;bahwa memang ada beberapa hal yang hanya bisa kamu pelajari lewat proses mengangkat ransel dan melangkahkan kaki ke tempat-tempat asing. Duduk, membaca bahkan menonton tayangan penambah wawasan sebanyak apapun tidak akan membuat kamu bisa merasakan hal-hal ini. Apa aja sih hal-hal tersebut? 1. Kamu Akan Sadar Bahwa Zona Nyaman Selalu Bisa Diperluas Zona nyaman harus terus kamu ciptakan sendiri via justmerry.wordpress.com Barangkali selama ini kamu tinggal di Jogja yang dikenal sebagai kota dengan kultur&nbsp;selo&nbsp;dan makanan manisnya. Kamu merasa tidak akan mungkin sanggup hidup di Jakarta yang ruwet dan&nbsp;semrawut.&nbsp;Tapi suatu hari kamu memutuskan melakukan perjalanan keliling Jawa lewat jalur darat. Melalui perjalanan tersebut kamu akan sadar bahwa, ternyata kamu tetap bisa hidup di berbagai kota yang kultur dan situasinya berbeda. Ada banyak daerah lain yang berbeda dari kota asalmu, akan ada orang-orang dengan aksen dan gaya bicara berbeda yang kamu temui. Anehnya, kamu tetap akan merasa nyaman. Dari perjalanan kamu akan memahami bahwa zona nyaman tidak akan datang sendiri. Kamu harus berusaha melatih diri untuk menerima situasi yang kamu hadapi dan membuat dirimu bisa bertahan di dalamnya. Zona nyaman tidak pernah berhenti di satu tempat saja, ia selalu bisa diperluas. 2. Kebaikan Adalah Mata Uang Yang Selalu Bisa Digunakan&nbsp;Di Berbagai Belahan Dunia Kebaikan akan tetap laku dimanapun via momathonblog.typepad.com Melalui perjalanan kamu akan bertemu dengan beragam tipe orang dari berbagai latar belakang. Pribadi-pribadi dengan kebiasaan dan gaya hidup yang kadang berseberangan denganmu. Lewat interaksi dengan mereka, matamu akan terbuka, \u201cTernyata akan selalu ada orang baik dimanapun.\u201d Ketika kamu tersesat karena salah naik bus di Fukuoka, ada&nbsp;ahjusi (nenek-nenek) yang menghampirimu dan menunjukkan jalur yang tepat meski menggunakan bahasa Inggris yang patah-patah. Waktu kamu yang berjilbab kesulitan mendapat&nbsp;host-family&nbsp;di Amerika Serikat pasca tragedi 9\/11 ada pasangan sesama jenis yang rela membuka pintu rumahnya dan menerimamu sebagai keluarga. Perjalanan membuka matamu bahwa kebaikan adalah mata uang universal yang selalu bisa digunakan dimanapun. Meski menggunakan bahasa berbeda, tapi kebaikan dan perhatian akan selalu punya bahasanya yang sendiri yang akan bisa dipahami oleh siapapun. 3. Kamu Tidak Boleh Menilai Sesuatu Sampai Kamu Merasakannya Sendiri Penilaianmu tidak relevan selama kamu belum pernah merasakan hal serupa via www.backyardtravel.com Selama ini pemberitaan di berbagai media menceritakan betapa indahnya Jepang dan Korea. Ada sakura, ada pesta kembang api, kaya akan unsur modern dan tradisional. Karena penasaran dengan hal-hal tersebut akhirnya kamu memutuskan untuk melakukan perjalanan kesana. Tapi ternyata kehidupan lokal masyarakat Jepang dan Korea tidak sesempurna di film drama serial yang sering kamu pelototi tiap malam itu. Mereka tetap berjuang untuk bisa mendapatkan pekerjaan, wanita&nbsp;Asia Timur bahkan harus berjuang untuk hidup dalam sistem masyarakat yang sangat patriarkal. Kekagetan yang sama juga kamu rasakan saat menjejakkan kaki di tanah Papua. Daerah di ujung timur Indonesia yang sering digambarkan sebagai pulau penuh konflik ini ternyata jauh dari menyeramkan. Sentani dan Jayapura membuatmu tak bisa berhenti berdecak kagum. Hanya pejalanlah yang akan mampu mengambil keputusan bijak untuk tidak gegabah dalam mengambil penilaian terhadap sesuatu, sebelum mereka melihat dan mengalaminya secara langsung. 4. Hidup Tidak Akan Selamanya Ramah Padamu Kehujanan dan kehilangan barang jadi hal biasa via thewayfarerspath.wordpress.com Dalam perjalanan, seseorang akan dihadapkan pada berbagai ujian dan tantangan. Mulai dari rasa makanan yang absurd, kesulitan berkomunikasi karena perbedaan bahasa, kehujanan sampai kehilangan barang berharga. Walau dihadang kesulitan dan jalan terjal tapi kamu akan teguh berpegang pada keyakinan untuk terus melanjutkan perjalanan. Dari kegiatan mengangkat keril dan berjalan itulah kamu akan sadar bahwa hidup tidak akan terus ramah padamu, dan kamu harus bisa menghadapinya.&nbsp;Perjalanan akan membuat seseorang terbiasa untuk beradaptasi pada berubahnya kurva hidup. Akan selalu ada masa hidup mengeluarkan candaannya dan membuatmu jatuh untuk sementara waktu. Ketika dihadang oleh berbagai kesulitan, kamu hanya punya 2 pilihan: bangkit dan melanjutkan perjalanan atau duduk diam menunggu redanya angin cobaan.&nbsp;Kebanyakan pejalan akan dengan gagah memilih opsi pertama. Kasar dan beringasnya hidup tidak akan mampu membuat mereka jadi pecundang yang mudah menyerah. 5. Hanya Kamu yang Bisa Menyelamatkan Dirimu Sendiri Hanya kamu yang bisa menyelamatkan dirimu sendiri (selain Tim SAR) via sarangpenyamun.wordpress.com Teman, keluarga, dan orang-orang yang bisa diandalkan akan selalu datang dan pergi. Tidak akan ada orang yang bisa menjamin 100% bahwa dia akan terus ada dalam hidupmu. Perjalanan akan mengajarkanmu satu hal penting: di akhir hari, hanya dirimulah yang bisa kamu andalkan. Pemahaman macam ini kamu dapatkan dari pendakian Gunung Slamet yang pernah membuatmu hampir mati karena hipotermia.&nbsp;Otakmu dengan galak terus berteriak untuk memaksa kaki yang makin kaku agar terus melangkah. Pikirmu saat itu, \u201cAku harus terus berjalan dan menyelamatkan diri sendiri, atau menyerah dan menunggu diselamatkan Tim SAR.\u201d Seorang pejalan akan banyak berdialog dengan dirinya sendiri. Ia paham betul bahwa ia harus benar-benar bisa mengandalkan diri sendiri dalam berbagai situasi. Seorang pejalan adalah pribadi yang hangat dan bisa bergaul dengan orang banyak. Tapi tetap tidak&nbsp;jadi orang yang takut saat harus menghadapi semuanya sendirian. Ia sudah mafhum&nbsp;diluar kepala bahwa hidup memang sebuah perjuangan yang sepi. 6. Kamu Bisa Berjalan Sendirian, Tapi (Kalau Kamu Mau Berusaha) Kamu Tidak Akan Merasa Kesepian Selalu ada cara agar kamu tidak merasa kesepian via chroniclesofatraveladdict.com Selalu ada orang baru yang bisa kamu kenal. Selalu ada kesempatan untuk berbincang dan menjalin hubungan dengan penduduk lokal atau sesama pejalan. Selalu ada titik dimana sesama manusia akan bisa terhubung, hanya jika masing-masing pribadi&nbsp;mau membuka diri. Lewat perjalanan kamu akan sadar bahwa rasa sepi adalah pilihan yang bisa kamu ambil atau kamu tinggalkan. Kesepian atau tidak ditentukan oleh sikap dan pilihanmu sendiri. Selama kamu memilih untuk tidak merasa sepi, maka akan selalu ada cara untuk menyingkirkan rasa tersebut dari dirimu. 7. Sendirian Ternyata Tidak Semenakutkan Bayanganmu Kesendirian tidak lagi terasa menakutkan via blog.theholidaze.com Barangkali selama ini kamu adalah orang yang paling enggan sendirian. Makan harus sama teman-teman, pergi dan belanja juga harus ditemani pacar. Rasanya melakukan semua hal&nbsp;sendirian itu tidak nyaman. Coba deh lakukan perjalanan seorang diri ke suatu tempat, kemungkinan besar pandanganmu soal kesendirian akan berubah. Dalam perjalanan (terutama yang memakan waktu lama) kamu akan menemukan pemaknaan baru soal kesendirian. Alih-alih mengerikan, kamu akan merasa bahwa sepi dan sendiri terkadang justru membebaskan. Ada kalanya kamu memang butuh sendiri dan mendengarkan apa yang hatimu mau. Hidup tidak selamanya harus riuh, kamu tidak harus terus didampingi untuk melanjutkan hidup. Terkadang kamu tidak percaya bahwa kamu bisa menghadapi semua tantangan di perjalanan tanpa bantuan siapapun. Sendiri, ternyata tidak semenakutkan apa yang kamu bayangkan selama ini. 8. Berbincang Dengan Orang Asing Itu Ternyata Asyik Berkomunikasi dengan orang asing ternyata asyik via seesimi.com Saat naik kapal untuk melihat bunga di Pulau Nokonoshima, Kyushu, kamu bertemu dengan ibu muda yang membawa 2 anak lelakinya. Dia menanyakan dari mana asalmu. Kalian kemudian terlibat dalam pembicaraan seru. Dari perbincangan itu kamu baru tahu bahwa banyak wanita Jepang harus meninggalkan pekerjaan purna waktunya setelah menikah. Perjalanan akan membuatmu sepakat bahwa selalu ada sisi menarik dari setiap orang yang kamu temui. Membuka diri dan berbincang dengan mereka akan makin menambah wawasan tentang kultur tempat yang sedang kamu kunjungi. Ternyata membuka diri dan mengenal orang baru justru akan makin membuatmu&nbsp;kaya. 9. Bahagia Dan Rasa \u201cTerpenuhi\u201d Justru Kerap Datang Dari Hal-Hal Sederhana Kebahagiaan justru datang dari hal sederhana via ktar.com Tinggal di Korea dengan uang kurang dari 500.000 Won per-bulan (5 juta rupiah) pernah membuatmu jadi orang paling nelangsa di dunia. Bagaimana tidak, separuh dari uang tersebut harus kamu gunakan untuk membayar sewa kamar. Sisanya baru bisa digunakan untuk kebutuhan pribadi. Traveling dan menjajal hidup di tanah lain tidak hanya membuatmu jadi orang yang lebih tangguh. Ia juga akan membuka persepsi lain soal kebahagiaan. Kamu akan tahu kalau bukan cuma uang dan kepemilikan materi yang bisa membuatmu bahagia. Walau kamu harus makan tahu dan kimchi tiap hari, toh kamu tetap bahagia ketika melihat kelap-kelip lampu diatas jembatan penyeberangan. Langit yang biru dan terasa dekat sekali diatas kepala sudah bisa membuatmu tersenyum. Baru kali ini kamu nyaman hidup dengan pakaian seadanya dan tanpa polesan&nbsp;make-up&nbsp;tebal. Perjalanan akan membuatmu bertanya:&nbsp;\u201cTerlalu muluk-kah definisi bahagiaku selama ini?\u201d 10. Selalu Ada Hal Yang Harus Dikorbankan Untuk Mencapai Sesuatu Demi bisa mendapatkan muka sumringah macam ini kamu harus usaha keras menabung via www.travelpod.com Perjalananmu bisa tercapai karena kamu gigih menyimpan sepertiga gajimu selama 3 tahun. Kamu harus rela tidak makan diluar, hanya minum teh sementara teman-temanmu bisa memesan latte&nbsp;atau&nbsp;frapuccino&nbsp;di kafe langganan. Tidak hanya berkorban dalam prosesnya. Di perjalanan pun kamu harus banyak membuat pilihan. Saat mendaki Gunung Lawu, misalnya. Kamu harus memilih akan lewat jalur yang landai, berpemandangan menarik tapi lebih panjang atau naik lewat jalur yang curam, pemandangannya tidak begitu cantik tapi menawarkan waktu tempuh lebih cepat? Proses menuju dan selama perjalanan mengajarkanmu untuk terus membuat pihan. Kamu tidak akan bisa mendapatkan semua yang kamu mau disaat bersamaan. Hidup adalah proses panjang membuat serentetan pilihan yang tidak akan pernah berhenti. 11. Tidak Diperlukan Zona Waktu Yang Sama Dan Ikatan Darah Untuk Membuat Hubungan Bertahan Keluarga bukan cuma soal ikatan darah via www.travelpod.com Lewat perjalanan kamu akan bertemu dengan banyak orang yang secara ajaib masih terus terhubung denganmu sampai hari ini. Bahkan terkadang kamu merasa lebih&nbsp;dekat&nbsp;dengan mereka dibanding dengan orang-orang di sekelilingmu. Walau tidak bertemu setiap hari dan tidak rutin saling bertukar kabar, kamu hanya tahu bahwa mereka&nbsp;ada. Kamu akan memandang ikatan pertemanan dan keluarga dengan berbeda. Tidak hanya mereka yang tinggal di zona waktu yang sama saja yang bisa kamu ajak bersenang-senang dan berbagi cerita. Mereka yang tinggal di belahan bumi lain pun bisa membuatmu merasa terdampingi. Pasangan&nbsp;gay&nbsp;yang dulu membuka pintu rumahnya untukmu itu kini sudah jadi keluargamu. Tanpa proses adopsi yang merepotkan, kamu sudah merasa punya 3 ayah di dunia. Perjalanan akan memberimu perspektif yang lebih luas soal hubungan. Ternyata orang di seluruh dunia bisa terhubung dengan indah dan lekat. Selama mereka memang mau menjalin kedekatan. 12. Kamu Tidak Lebih Baik (Ataupun Lebih Buruk) Dari Orang Di Luar Sana Kamu tidak perlu merasa superior ataupun inferior via carlyoverthehillsandfaraway.blogspot.com Terkadang sebagai orang Indonesia kamu sering merasa rendah diri jika berhadapan dengan&nbsp;bule.&nbsp;Mereka terlihat lebih berani mengungkapkan pendapat, lebih kritis dalam berpikir dan mengeluarkan argumen. Dampaknya kamu enggan membuka pintu interaksi dengan mereka dan terus merasa seperti remah-remah rempeyek. Atau kasus lainnya. Sebagai orang Jawa kamu merasa lebih pintar dari orang-orang Papua. Setiap melihat mereka yang berkulit hitam dan keriting, kamu akan berpikir kalau mereka tidak secerdas kamu. Padahal kamu belum punya pengalaman berinteraksi langsung dengan mereka. Tanpa pernah melakukan perjalanan dan melakukan interaksi intens dengan orang di luar zona nyamanmu, pemahamanmu tidak akan pernah berkembang. Kamu akan terus merasa superior dan atau inferior terhadap orang lain. Padahal sebenarnya kamu tidak harus merasa rendah diri atau pun tinggi hati. Toh manusia selalu punya kelemahan dan kelebihannya sendiri. 13. Orang Di Seluruh Dunia Ternyata Tidak Begitu Berbeda Selalu ada nilai universal bagi orang di seluruh dunia via wesbrakerjapan.blogspot.com Kamu merasa selama ini terkotak-kotakkan oleh ras, agama dan asal negara? Merasa orang diluar sana aneh dan tidak akan bisa menerima nilai-nilai yang kamu yakini selama ini? Hanya dengan melakukan perjalanan lah pemahaman ini bisa berubah. Dari menjejakkan kaki di tempat baru nan asing kamu akan sadar bahwa semua orang di seluruh dunia punya nilai universal. Kalian akan tetap tertawa ketika saling mengungkapkan candaan lucu. Kawanmu dari Belgia ternyata juga bisa ikut sedih ketika kamu khawatir keluargamu terkena dampak letusan Gunung Merapi. Meskipun di negara asalnya tidak ada gunung berapi dan Eropa sudah punya sistem penanggulangan bencana yang handal. Lewat perjalanan kamu akan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[31,21,23],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/182"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/182\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}