{"id":185,"date":"2014-08-07T01:50:00","date_gmt":"2014-08-07T00:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=185"},"modified":"2014-08-07T01:50:00","modified_gmt":"2014-08-07T00:50:00","slug":"download-materi-kimia-sifat-koligatif-larutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=185","title":{"rendered":"Download Materi Kimia Sifat Koligatif Larutan"},"content":{"rendered":"<p><b>Definisi Sifat Koligatif<\/b><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPengertian sifat koligatif larutan adalah sifat dari larutan yang bergantung pada jumlah volume pelarut dan bukan pada massa partikel. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan sifat koligatif adalah penurunan titik beku dan kenaikan titik didih. Sehingga muncul adanya diagram fase sebagai berikut:<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-S24WZoelJVs\/UNrqtg7esnI\/AAAAAAAAAec\/IoydN5epCqo\/s400\/diagram+fase.gif\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-S24WZoelJVs\/UNrqtg7esnI\/AAAAAAAAAec\/IoydN5epCqo\/s400\/diagram+fase.gif\" height=\"300\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<h3>\nPenurunan Titik Beku<\/h3>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPenurunan titik beku terjadi ketika titik beku suatu cairan lebih rendah<br \/>\n karena adanya penambahan senyawa lain pada cairan. Cairan akan<br \/>\nmempunyai titik beku yang lebih rendah dari pelarut murni. Contoh<br \/>\npenurunan titik beku adalah titik beku air laut lebih rendah daripada<br \/>\ntitik beku air murni. Hal ini disebabkan karena adanya senyawa lain<br \/>\n(yaitu garam) di dalam air laut, sehingga menyebabkan titik beku air<br \/>\nlaut lebih rendah daripada titik beku air biasa. Penurunan titik beku<br \/>\nadalah salah satu sifat koligatif larutan.<\/div>\n<p>\nPenurunan titik beku dapat dihitung menggunakan persamaan Clausius-Clapeyron dan hukum Raoult. Penurunan titik beku (\u0394T<sub>f<\/sub>) larutan adalah sebagai berikut:<\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<b>\u0394T<sub>f<\/sub> = m . K<sub>f<\/sub><\/b><\/div>\n<p>\ndimana<br \/>\n\u0394T<sub>f<\/sub>&nbsp; = penurunan titik beku<br \/>\nm&nbsp; &nbsp;&nbsp; = molalitas larutan<br \/>\nK<sub>f<\/sub>&nbsp;&nbsp;&nbsp; = tetapan penurunan titik beku molal<\/p>\n<p>Sehingga titik beku larutan dapat dihitung dengan rumus<\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<b>T<sub>f<\/sub> = (0 &#8211; \u0394T<sub>f<\/sub>)<sup>o<\/sup>C<\/b><\/div>\n<h3>\nKenaikan Titik Didih<\/h3>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKenaikan titik didih terjadi ketika titik didih larutan lebih tinggi<br \/>\ndaripada titik didih pelarut murni. Temperatur suatu pelarut naik ketika<br \/>\n adanya penambahan zat yang non-volatil (tidak mudah menguap). Sebagai<br \/>\ncontoh adalah, ketika garam dimasukkan ke dalam air, maka titik didih<br \/>\nakan naik dikarenakan adanya garam dalam larutan. Seperti halnya<br \/>\npenurunan titik beku, kenaikan titik didih juga merupakan salah satu<br \/>\nsifat koligatif larutan. Kenaikan titik didih juga dihitung dengan<br \/>\nmenggunakan persamaan Clausius-Clapeyron dan hukum Raoult. Kenaikan<br \/>\ntitik didih (\u0394T<sub>b<\/sub>) larutan adalah sebagai berikut:<\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<b>\u0394T<sub>b<\/sub> = m . K<sub>b<\/sub><\/b><\/div>\n<p>\ndimana<br \/>\n\u0394T<sub>b<\/sub>&nbsp; = kenaikan titik didih<br \/>\nm&nbsp; &nbsp;&nbsp; = molalitas larutan<br \/>\nK<sub>b<\/sub>&nbsp;&nbsp;&nbsp; = tetapan kenaikan titik didih molal<\/p>\n<p>Sehingga titik didih larutan dapat dihitung dengan rumus<\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<b>T<sub>b<\/sub> = (100 + \u0394T<sub>b<\/sub>)<sup>o<\/sup>C<\/b><\/div>\n<h4>\nPenurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan elektrolit<\/h4>\n<p>Pada larutan elektrolit, jumlah ion dan tetapan disosiasi mempengaruhi<br \/>\npenurunan titik beku dan kenaikan titik didih. Sehingga, pada larutan<br \/>\nelektrolit diberlakukan <b>faktor van&#8217;t Hoff<\/b> yang dilambangkan dengan <b><i>i<\/i><\/b><\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<b><i>i<\/i> = 1 + (n-1)\u03b1<\/b><\/div>\n<p>dimana<br \/>\n<i>i<\/i>&nbsp; = faktor van&#8217;t Hoff<br \/>\nn = jumlah ion<br \/>\n\u03b1 = tetapan disosiasi<br \/>\n<br \/>\nContoh larutan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah asam cuka dan air garam.<\/p>\n<p>Sehingga,<br \/>\nRumus penurunan titik beku latutan elektrolit<\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<b>\u0394T<sub>f<\/sub> = m . K<sub>f<\/sub> . <i>i<\/i><\/b><\/div>\n<p>Rumus kenaikan titik didih laturan elektrolit<\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<b>\u0394T<sub>b<\/sub> = m . K<sub>b<\/sub> . <i>i<\/i><\/b><\/div>\n<h4>\n<b>Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan<\/b><\/h4>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKe dalam 1 liter air, dimasukkan 80 gram padatan natrium hidroksida<br \/>\n(NaOH). Berapakah titik beku dan titik didih larutan? Diketahui NaOH<br \/>\nterdisosiasi sempurna, Mr NaOH = 40 gram\/mol, K<sub>f<\/sub> air adalah 1,86<sup>o<\/sup>C dan K<sub>b<\/sub> air adalah 0,52<sup>o<\/sup>C.<\/div>\n<p>\nJawab: <br \/>\nJika terdisosiasi sempurna, NaOH akan membentuk 2 ion, yaitu Na<sup>+<\/sup> dan OH<sup>&#8211;<\/sup> dan tetapan disosiasi adalah 1.<\/p>\n<p>Maka, <\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<i>i<\/i> = 1 + (n-1) \u03b1<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n&nbsp; = 1 + (2-1) 1<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n= 2<\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-2_R4m4xyrQQ\/UNru3h0Pk7I\/AAAAAAAAAe4\/gLxF_1BmzKQ\/s1600\/molal%2BNaOH.JPG\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"177\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-2_R4m4xyrQQ\/UNru3h0Pk7I\/AAAAAAAAAe4\/gLxF_1BmzKQ\/s200\/molal%2BNaOH.JPG\" width=\"163\" \/><\/a><\/div>\n<p>\u0394T<sub>f<\/sub> = m . K<sub>f<\/sub> . <i>i<\/i><br \/>\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 2 . 1,86 . 2<br \/>\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 7,44 <sup>o<\/sup>C<\/p>\n<p>Sehingga T<sub>f<\/sub> = (0 &#8211; 7,44)<sup>o<\/sup>C<br \/>\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = -7,44<\/p>\n<p>\u0394T<sub>b<\/sub> = m . K<sub>b<\/sub> . <i>i<\/i><br \/>\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 2 . 0,52 . 2<br \/>\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 2,08 <sup>o<\/sup>C<\/p>\n<p>Sehingga T<sub>b<\/sub> = (100 + 2,08)<sup>o<\/sup>C<br \/>\n&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 102,08 <sup>o<\/sup>C<br \/>\n<br \/>\n(<i>source : ilmukimia.org<\/i>) <br \/>\n<a href=\"https:\/\/app.box.com\/s\/fnhk6ffl8cbui4ls6t12\"><br \/><\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/app.box.com\/s\/fnhk6ffl8cbui4ls6t12\">Download Materi Kimia Sifat Koligatif Larutan .SWF<\/a><br \/>\nDownload Materi Kimia Sifat Koligatif Larutan .PPT <a href=\"https:\/\/app.box.com\/s\/agmoysf30np1yf397clh\">DISINI<\/a> dan <a href=\"https:\/\/app.box.com\/s\/l5krzx723odrz0t1tr1k\">DISINI<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Definisi Sifat Koligatif Pengertian sifat koligatif larutan adalah sifat dari larutan yang bergantung pada jumlah volume pelarut dan bukan pada massa partikel. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan sifat koligatif adalah penurunan titik beku dan kenaikan titik didih. Sehingga muncul adanya diagram fase sebagai berikut: Penurunan Titik Beku Penurunan titik beku terjadi ketika titik beku suatu cairan lebih rendah karena adanya penambahan senyawa lain pada cairan. Cairan akan mempunyai titik beku yang lebih rendah dari pelarut murni. Contoh penurunan titik beku adalah titik beku air laut lebih rendah daripada titik beku air murni. Hal ini disebabkan karena adanya senyawa lain (yaitu garam) di dalam air laut, sehingga menyebabkan titik beku air laut lebih rendah daripada titik beku air biasa. Penurunan titik beku adalah salah satu sifat koligatif larutan. Penurunan titik beku dapat dihitung menggunakan persamaan Clausius-Clapeyron dan hukum Raoult. Penurunan titik beku (\u0394Tf) larutan adalah sebagai berikut: \u0394Tf = m . Kf dimana \u0394Tf&nbsp; = penurunan titik beku m&nbsp; &nbsp;&nbsp; = molalitas larutan Kf&nbsp;&nbsp;&nbsp; = tetapan penurunan titik beku molal Sehingga titik beku larutan dapat dihitung dengan rumus Tf = (0 &#8211; \u0394Tf)oC Kenaikan Titik Didih Kenaikan titik didih terjadi ketika titik didih larutan lebih tinggi daripada titik didih pelarut murni. Temperatur suatu pelarut naik ketika adanya penambahan zat yang non-volatil (tidak mudah menguap). Sebagai contoh adalah, ketika garam dimasukkan ke dalam air, maka titik didih akan naik dikarenakan adanya garam dalam larutan. Seperti halnya penurunan titik beku, kenaikan titik didih juga merupakan salah satu sifat koligatif larutan. Kenaikan titik didih juga dihitung dengan menggunakan persamaan Clausius-Clapeyron dan hukum Raoult. Kenaikan titik didih (\u0394Tb) larutan adalah sebagai berikut: \u0394Tb = m . Kb dimana \u0394Tb&nbsp; = kenaikan titik didih m&nbsp; &nbsp;&nbsp; = molalitas larutan Kb&nbsp;&nbsp;&nbsp; = tetapan kenaikan titik didih molal Sehingga titik didih larutan dapat dihitung dengan rumus Tb = (100 + \u0394Tb)oC Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan elektrolit Pada larutan elektrolit, jumlah ion dan tetapan disosiasi mempengaruhi penurunan titik beku dan kenaikan titik didih. Sehingga, pada larutan elektrolit diberlakukan faktor van&#8217;t Hoff yang dilambangkan dengan i i = 1 + (n-1)\u03b1 dimana i&nbsp; = faktor van&#8217;t Hoff n = jumlah ion \u03b1 = tetapan disosiasi Contoh larutan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah asam cuka dan air garam. Sehingga, Rumus penurunan titik beku latutan elektrolit \u0394Tf = m . Kf . i Rumus kenaikan titik didih laturan elektrolit \u0394Tb = m . Kb . i Contoh Soal Sifat Koligatif Larutan Ke dalam 1 liter air, dimasukkan 80 gram padatan natrium hidroksida (NaOH). Berapakah titik beku dan titik didih larutan? Diketahui NaOH terdisosiasi sempurna, Mr NaOH = 40 gram\/mol, Kf air adalah 1,86oC dan Kb air adalah 0,52oC. Jawab: Jika terdisosiasi sempurna, NaOH akan membentuk 2 ion, yaitu Na+ dan OH&#8211; dan tetapan disosiasi adalah 1. Maka, i = 1 + (n-1) \u03b1 &nbsp; = 1 + (2-1) 1 = 2 \u0394Tf = m . Kf . i &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 2 . 1,86 . 2 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 7,44 oC Sehingga Tf = (0 &#8211; 7,44)oC &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = -7,44 \u0394Tb = m . Kb . i &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 2 . 0,52 . 2 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 2,08 oC Sehingga Tb = (100 + 2,08)oC &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 102,08 oC (source : ilmukimia.org) Download Materi Kimia Sifat Koligatif Larutan .SWF Download Materi Kimia Sifat Koligatif Larutan .PPT DISINI dan DISINI<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[6,14],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/185"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=185"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/185\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}