{"id":190,"date":"2014-08-06T23:46:00","date_gmt":"2014-08-06T22:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=190"},"modified":"2014-08-06T23:46:00","modified_gmt":"2014-08-06T22:46:00","slug":"omra-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=190","title":{"rendered":"Omra (1)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAssalamualaikum.. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nHai silent reader,, how are you there? You, yeah you Hehehehe ..&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-epnjL2z-EG0\/U7PS1jIShZI\/AAAAAAAACZU\/C_9R-DdGgTM\/s1600\/20140511104427.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-epnjL2z-EG0\/U7PS1jIShZI\/AAAAAAAACZU\/C_9R-DdGgTM\/s1600\/20140511104427.jpg\" height=\"240\" width=\"320\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">Poto dulu ama petugas biro..hihihii<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKali ini saya mau cerita sedikit tentang pengalaman umroh beberapa waktu yang lalu. Cerita mahasiswa kere yang alhamdulillah diijinin sama aLloh untuk dateng bersujud langsung dirumahNya. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nRada gak percaya juga sih saya bisa berangkat ke mekah di usia saya sekarang ini. Soalnya kalo ditanya siapa yang paling pengen banget berangkat ke tanah suci diantara keluarga kami, bapak ibu pasti orang yang ngacung tinggi-tinggi, secara mereka sudah hidup lebih dari 45 tahun dan pastinya sudah lama banget mendem pengen berangkat ke mekah, tapi malah mereka berdua yang ngijinin aku berangkat duluan &#8230;bapak..ibu.. kecup atu-atu :)) <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-_px8N8U9OBo\/U7PS57qDK3I\/AAAAAAAACZc\/7Z_73PXUYAY\/s1600\/20140511155614.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-_px8N8U9OBo\/U7PS57qDK3I\/AAAAAAAACZc\/7Z_73PXUYAY\/s1600\/20140511155614.jpg\" height=\"400\" width=\"300\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">Bangku sebelah kosong, 9 jam dipesawat cuma jadi tempat sampah..hehehe maapp<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nJadi ceritanya yang pengen pergi umroh itu mbah (nenek) ku yang sudah berusia lanjut yaitu 73 tahun. Nah tau beliau berkeinginan untuk berangkat umroh, saya ngomporin kedua orang tua untuk ada yang nemenin, masak tega sih nenekku ke mekah sendirian. (nb : kakekku sudah wafat). Batinku sih aku udah tau kalo ibu dan adek-adeknya (bibiku) lagi pada sibuk ngurus kerjaan dan keluarganya masing-masing jadi aku ada kesempatan mengajukan sendiri berhubung sudah baligh dan ilmunya juga insyaaLloh sudah ada selain itu statusku sebagai mahasiswa tingkat akhir you knowlah jadwal kuliah cuma 2 jam seminggu sekali jadi ijinpun gak terlalu bermasalah. Setelah berdiskusi dengan adek-adeknya ibuku akhirnya dalam satu malam diputuskan kalo yang menemani nenekku adalah aku sendiri. Dan gak sampe sebulan kemudian alhamdulillah saya berangkat ke tanah suci. Itu bisa cepat karena aku udah punya paspor sebelumnya waktu pergi ke Malaysia dan tinggal ngurus visa berangkatlah ke mekah..hehehehe<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<p><\/p>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-Zz5FLZ9Lwgs\/U7PTIU3msdI\/AAAAAAAACZs\/Dj9f5bKlWh8\/s1600\/20140512000430.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-Zz5FLZ9Lwgs\/U7PTIU3msdI\/AAAAAAAACZs\/Dj9f5bKlWh8\/s1600\/20140512000430.jpg\" height=\"240\" width=\"320\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">Liat dibelakang saya? Nah alhamdulillah hotelnya deket banget sama masjidil haram :))<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSaya gak pernah ngebayangin berapa tahun saya kerja dan ngelesin misalnya, untuk ngumpulin uang supaya bisa ke mekkah. Lewat kejadian ini saya juga tambah yakin bener apa yang disampaikan Aa gym dalam ceramah-ceramahnya soal berangkat ke tanah suci, bahwa soal haji\/umroh itu urusan aLloh, yang memanggil aLloh dan yang memberangkatkan juga aLloh, bukan uang. Dan soal uang saya berangkat, jujur waktu itu yang bayarin totalnya pakde walaupun akhirnya tetep orang tua saya yang nalangin dikemudian hari. Tapi saya yakin, haqqul yakin, kalo seberapa banyakpun yang kita keluarkan untuk perjalanan haji\/umroh, aLloh pasti akan menggantinya, dengan yang lebih banyak, lebih baik dan lebih barokah insyaaLloh. Catet ya, liat aja pasti ntar diganti.. saya yakin.. \ud83d\ude00 Gak percaya?  Ada haditsnya loh.. silahkan cari sendiri ya..hehhehe<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-uYLupFscz74\/U7PU2M81hbI\/AAAAAAAACaI\/ydyOD3htogQ\/s1600\/DSCN1865.JPG\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-uYLupFscz74\/U7PU2M81hbI\/AAAAAAAACaI\/ydyOD3htogQ\/s1600\/DSCN1865.JPG\" height=\"300\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">Ada yang kurang? yahh, gandengan #uhukk.. <\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSaya paling takut sebenernya dengan kemungkinan dipanggilanya saya ke Baitullah adalah karena udah begitu banyaknya dosa yang saya lakukan diusia yang masih relatif muda dibandingkan yang lain yang berangkat umroh, sehingga aLLoh nyuruh langsung saya bersujud dan mohon ampun untuk semua dosa dan maksiat saya selama ini langsung dirumahnya.  Yap karena saking banyaknya maksiat, dosa, suka nyakitin perasaan orang lain.. saya bener-bener mohon ampun disana. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSekarang cerita tentang perjalanan dan prosesi ibadahnya ya sob,,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKalian tau kan rukunnya ibadah haji dan umroh? Apa yang membedakan Haji sama Umroh udah tau kan ya? <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nYap.. Wukuf, bagi yang umroh gak melaksanakan prosesi ibadah wukuf layaknya orang yang berhaji, sisanya sama. Mulai dari niat (umroh), memakai pakaian ihrom, tawaf (memutari kabah berlawanan dengan arah jarum jam selama 7 kali putaran) , Sa\u2019i (lari-lari kecil bolak balik dari bukit Sofa ke Marwah selama 7 kali juga) dan terakhir ditutup dengan Tahallul (memotong tiga helai rambut) sebagai tanda selesainya kita dari prosesi ibadah umroh dan sebagai tanda terbebas dari larangan-larangan selama menggunakan pakaian ihrom. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/p>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-cHHSMAN2Dsg\/U7PU4oN1GzI\/AAAAAAAACaQ\/S2LBnpKp4gw\/s1600\/DSCN1883.JPG\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-cHHSMAN2Dsg\/U7PU4oN1GzI\/AAAAAAAACaQ\/S2LBnpKp4gw\/s1600\/DSCN1883.JPG\" height=\"300\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><i>Nih 2 jam lebih saya digantung di KAAI \ud83d\ude41<\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nNgomong-ngomong tentang memakai pakaian ihrom, kalian taukan syaratnya menggunakan pakaian ihrom itu cuma menggunakan 2 helai kain yang tanpa dijahit dengan tanpa menggunakan pakaian lain maupun pakaian dalam lainnya. Bahasa jawanya \u201csilir\u201d kalo buat yang laki-laki..hehehe<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nNah ada beberpa pendapat tentang batas mulai menggunakan pakaian ihrom ini sob, satu rombongan ibadah kamipun berbeda-beda dalam pelaksanannya. Karena trip kami waktu itu ke mekah dulu baru ke madinah, miqat (batas) yang kita ambil oleh rombongan yang berangkat dari timur (indonesia misalnya) yaitu ada di Yamlam, tepatnya masih ada di pesawat ketika kami melintasi wilayah itu, jadi menurut referensi yang saya baca sebelumnya, menggunakan pakaian ihrom yang saat itu juga, diatas pesawat. Walaupun menurut Kemenag (Kementrian agama) boleh ber-ihrom di Bandara King Abdul Aziz (KAA), Jeddah. Tapi saya membaca beberapa referensi kalo ihrom di Bandara KAA adalah suatu kesalahan dan tidak sesuai sunnah Nabi Muhammad dalam melaksanakan ibadah umroh apabila kita hendak Mekah dulu karena posisi KAA itu sudah melewati miqat (batas). Akhirnya saya putusin untuk ganti baju di pesawat, dibagian belakang yang ada space kosong karena riskan juga ngelepas semua pakaian sampe ke daleman-daleman kalo ditengah tempat duduk saya yang rame banget. Bisa berabe kalo sampe melorot pas trial and error pertama kali berihrom..hehehee<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTernyata yang mutusin miqat dan berihrom saat itu bukan cuma saya sob, aseekk ada temennya. Kalo melorot juga ada temennya.. #lho..&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nJam 5 sore saya sampai di bandara KAA dan keadaannya masih \u201cmenter\u201d kaya jam 2-3 sore kalo di indonesia, maklum aja maghribnya disana jam 7 malam, so kerasa banget dah tuh yang puasa di arab, mantab. Setelah mulai berihrom sejak dipesawat ternyata saya hampir masuk angin gara-gara cuma pake dua helai kain diruang ber-AC sementara masih nunggu antrean diimigrasi bandara KAA yang lamanya \u201cora jamak\u201d. Dua jam saya digantung gak jelas dibandara itu. Hikss :\u2019(<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-PXAO6YBiqEY\/U7PTFFg9gTI\/AAAAAAAACZk\/1OHjhnyJj38\/s1600\/20140511214138.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-PXAO6YBiqEY\/U7PTFFg9gTI\/AAAAAAAACZk\/1OHjhnyJj38\/s1600\/20140511214138.jpg\" height=\"240\" width=\"320\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">King Abdul Aziz International Airport<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nDan kejadian imigrasipun gak kalah rempongnya sob, tiga kali saya pindah slot antrean, tiga kali saya difoto, dan tiga kali discan sidik jari tetep gak boleh lewat pos imigrasi. Saya juga gak tau kenapa mereka menggerutu pake bahasa arab, gak mau pake bahasa inggris ngomong sama saya. Saya cuma bisa mengernyitkan aliskan.. coba gak tau salahnya tapi di grenengin..pie perasaanmu? Akhirnya setelah akhir-akhir mungkin dengan sangat terpaksa karena temen-temen serombongan saya udah diluar bandara semua, \u201cdigejret\u201d (dicap) juga dah tu paspor saya. #fiiuhh.. #sabar..sabar..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKayaknya sih foto saya di visa dan muka aslinya beda jauh kata temen sekelas waktu saya upload visa di instagram, bantu cek dah, masak foto saya di visa itu dibilang kaya kokoh-kokoh (chinese)? Iyakah??<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nHmmm&#8230;&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/photos-d.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xpf1\/10358422_635810666511307_545661826_n.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/photos-d.ak.instagram.com\/hphotos-ak-xpf1\/10358422_635810666511307_545661826_n.jpg\" height=\"400\" width=\"400\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">Beda sama aslinya kah?<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: red;\"><b>TIPS 1 : buat yang mau ke mekkah, pelajari conversation sederhana sehari-hari dalam bahasa arab. Itu bakalan banyak membantu selain bahasa inggris.<\/b><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKalian tau banyak kejadian unik dan sebagian orang menyebutnya ajaib, bahkan ada yang bilang itu mistis kalo di Baitullah setiap ucapan bahkan apa yang terlintas dihati dan belum terucap langsung dijawab oleh aLloh, langsung. Waktu saya ceritain kejadian saya ke ibu-ibu rombongan saya satu bus, ibu itu bilang, \u201cwuiihh jangan salah, ini rumahnya aLloh, aLloh langsung ijabah doa dan \u201chukum\u201d setiap khilaf yang kita lakukan di rumah ini. Mau tau ceritanya? Sabar ya.. To Be Continued.. Hehehe<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-_lBcYFZF0Xk\/U7PTPCNbl7I\/AAAAAAAACZ0\/97HCiFumMFU\/s1600\/20140513033540.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-_lBcYFZF0Xk\/U7PTPCNbl7I\/AAAAAAAACZ0\/97HCiFumMFU\/s1600\/20140513033540.jpg\" height=\"480\" width=\"640\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">Labbaikallahumma Labbaik&#8230; <i>(Panggil hamba kembali ya Rabb)<\/i><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Assalamualaikum.. Hai silent reader,, how are you there? You, yeah you Hehehehe ..&nbsp; Poto dulu ama petugas biro..hihihii Kali ini saya mau cerita sedikit tentang pengalaman umroh beberapa waktu yang lalu. Cerita mahasiswa kere yang alhamdulillah diijinin sama aLloh untuk dateng bersujud langsung dirumahNya. Rada gak percaya juga sih saya bisa berangkat ke mekah di usia saya sekarang ini. Soalnya kalo ditanya siapa yang paling pengen banget berangkat ke tanah suci diantara keluarga kami, bapak ibu pasti orang yang ngacung tinggi-tinggi, secara mereka sudah hidup lebih dari 45 tahun dan pastinya sudah lama banget mendem pengen berangkat ke mekah, tapi malah mereka berdua yang ngijinin aku berangkat duluan &#8230;bapak..ibu.. kecup atu-atu :)) Bangku sebelah kosong, 9 jam dipesawat cuma jadi tempat sampah..hehehe maapp Jadi ceritanya yang pengen pergi umroh itu mbah (nenek) ku yang sudah berusia lanjut yaitu 73 tahun. Nah tau beliau berkeinginan untuk berangkat umroh, saya ngomporin kedua orang tua untuk ada yang nemenin, masak tega sih nenekku ke mekah sendirian. (nb : kakekku sudah wafat). Batinku sih aku udah tau kalo ibu dan adek-adeknya (bibiku) lagi pada sibuk ngurus kerjaan dan keluarganya masing-masing jadi aku ada kesempatan mengajukan sendiri berhubung sudah baligh dan ilmunya juga insyaaLloh sudah ada selain itu statusku sebagai mahasiswa tingkat akhir you knowlah jadwal kuliah cuma 2 jam seminggu sekali jadi ijinpun gak terlalu bermasalah. Setelah berdiskusi dengan adek-adeknya ibuku akhirnya dalam satu malam diputuskan kalo yang menemani nenekku adalah aku sendiri. Dan gak sampe sebulan kemudian alhamdulillah saya berangkat ke tanah suci. Itu bisa cepat karena aku udah punya paspor sebelumnya waktu pergi ke Malaysia dan tinggal ngurus visa berangkatlah ke mekah..hehehehe Liat dibelakang saya? Nah alhamdulillah hotelnya deket banget sama masjidil haram :)) Saya gak pernah ngebayangin berapa tahun saya kerja dan ngelesin misalnya, untuk ngumpulin uang supaya bisa ke mekkah. Lewat kejadian ini saya juga tambah yakin bener apa yang disampaikan Aa gym dalam ceramah-ceramahnya soal berangkat ke tanah suci, bahwa soal haji\/umroh itu urusan aLloh, yang memanggil aLloh dan yang memberangkatkan juga aLloh, bukan uang. Dan soal uang saya berangkat, jujur waktu itu yang bayarin totalnya pakde walaupun akhirnya tetep orang tua saya yang nalangin dikemudian hari. Tapi saya yakin, haqqul yakin, kalo seberapa banyakpun yang kita keluarkan untuk perjalanan haji\/umroh, aLloh pasti akan menggantinya, dengan yang lebih banyak, lebih baik dan lebih barokah insyaaLloh. Catet ya, liat aja pasti ntar diganti.. saya yakin.. \ud83d\ude00 Gak percaya? Ada haditsnya loh.. silahkan cari sendiri ya..hehhehe Ada yang kurang? yahh, gandengan #uhukk.. Saya paling takut sebenernya dengan kemungkinan dipanggilanya saya ke Baitullah adalah karena udah begitu banyaknya dosa yang saya lakukan diusia yang masih relatif muda dibandingkan yang lain yang berangkat umroh, sehingga aLLoh nyuruh langsung saya bersujud dan mohon ampun untuk semua dosa dan maksiat saya selama ini langsung dirumahnya. Yap karena saking banyaknya maksiat, dosa, suka nyakitin perasaan orang lain.. saya bener-bener mohon ampun disana. Sekarang cerita tentang perjalanan dan prosesi ibadahnya ya sob,, Kalian tau kan rukunnya ibadah haji dan umroh? Apa yang membedakan Haji sama Umroh udah tau kan ya? Yap.. Wukuf, bagi yang umroh gak melaksanakan prosesi ibadah wukuf layaknya orang yang berhaji, sisanya sama. Mulai dari niat (umroh), memakai pakaian ihrom, tawaf (memutari kabah berlawanan dengan arah jarum jam selama 7 kali putaran) , Sa\u2019i (lari-lari kecil bolak balik dari bukit Sofa ke Marwah selama 7 kali juga) dan terakhir ditutup dengan Tahallul (memotong tiga helai rambut) sebagai tanda selesainya kita dari prosesi ibadah umroh dan sebagai tanda terbebas dari larangan-larangan selama menggunakan pakaian ihrom. Nih 2 jam lebih saya digantung di KAAI \ud83d\ude41 Ngomong-ngomong tentang memakai pakaian ihrom, kalian taukan syaratnya menggunakan pakaian ihrom itu cuma menggunakan 2 helai kain yang tanpa dijahit dengan tanpa menggunakan pakaian lain maupun pakaian dalam lainnya. Bahasa jawanya \u201csilir\u201d kalo buat yang laki-laki..hehehe Nah ada beberpa pendapat tentang batas mulai menggunakan pakaian ihrom ini sob, satu rombongan ibadah kamipun berbeda-beda dalam pelaksanannya. Karena trip kami waktu itu ke mekah dulu baru ke madinah, miqat (batas) yang kita ambil oleh rombongan yang berangkat dari timur (indonesia misalnya) yaitu ada di Yamlam, tepatnya masih ada di pesawat ketika kami melintasi wilayah itu, jadi menurut referensi yang saya baca sebelumnya, menggunakan pakaian ihrom yang saat itu juga, diatas pesawat. Walaupun menurut Kemenag (Kementrian agama) boleh ber-ihrom di Bandara King Abdul Aziz (KAA), Jeddah. Tapi saya membaca beberapa referensi kalo ihrom di Bandara KAA adalah suatu kesalahan dan tidak sesuai sunnah Nabi Muhammad dalam melaksanakan ibadah umroh apabila kita hendak Mekah dulu karena posisi KAA itu sudah melewati miqat (batas). Akhirnya saya putusin untuk ganti baju di pesawat, dibagian belakang yang ada space kosong karena riskan juga ngelepas semua pakaian sampe ke daleman-daleman kalo ditengah tempat duduk saya yang rame banget. Bisa berabe kalo sampe melorot pas trial and error pertama kali berihrom..hehehee Ternyata yang mutusin miqat dan berihrom saat itu bukan cuma saya sob, aseekk ada temennya. Kalo melorot juga ada temennya.. #lho..&nbsp; Jam 5 sore saya sampai di bandara KAA dan keadaannya masih \u201cmenter\u201d kaya jam 2-3 sore kalo di indonesia, maklum aja maghribnya disana jam 7 malam, so kerasa banget dah tuh yang puasa di arab, mantab. Setelah mulai berihrom sejak dipesawat ternyata saya hampir masuk angin gara-gara cuma pake dua helai kain diruang ber-AC sementara masih nunggu antrean diimigrasi bandara KAA yang lamanya \u201cora jamak\u201d. Dua jam saya digantung gak jelas dibandara itu. Hikss :\u2019( King Abdul Aziz International Airport Dan kejadian imigrasipun gak kalah rempongnya sob, tiga kali saya pindah slot antrean, tiga kali saya difoto, dan tiga kali discan sidik jari tetep gak boleh lewat pos imigrasi. Saya juga gak tau kenapa mereka menggerutu pake bahasa arab, gak mau pake bahasa inggris ngomong sama saya. Saya cuma bisa mengernyitkan aliskan.. coba gak tau salahnya tapi di grenengin..pie perasaanmu? Akhirnya setelah akhir-akhir mungkin dengan sangat terpaksa karena temen-temen serombongan saya udah diluar bandara semua, \u201cdigejret\u201d (dicap) juga dah tu paspor saya. #fiiuhh.. #sabar..sabar.. Kayaknya sih foto saya di visa dan muka aslinya beda jauh kata temen sekelas waktu saya upload visa di instagram, bantu cek dah, masak foto saya di visa itu dibilang kaya kokoh-kokoh (chinese)? Iyakah?? Hmmm&#8230;&nbsp; Beda sama aslinya kah? TIPS 1 : buat yang mau ke mekkah, pelajari conversation sederhana sehari-hari dalam bahasa arab. Itu bakalan banyak membantu selain bahasa inggris. Kalian tau banyak kejadian unik dan sebagian orang menyebutnya ajaib, bahkan ada yang bilang itu mistis kalo di Baitullah setiap ucapan bahkan apa yang terlintas dihati dan belum terucap langsung dijawab oleh aLloh, langsung. Waktu saya ceritain kejadian saya ke ibu-ibu rombongan saya satu bus, ibu itu bilang, \u201cwuiihh jangan salah, ini rumahnya aLloh, aLloh langsung ijabah doa dan \u201chukum\u201d setiap khilaf yang kita lakukan di rumah ini. Mau tau ceritanya? Sabar ya.. To Be Continued.. Hehehe Labbaikallahumma Labbaik&#8230; (Panggil hamba kembali ya Rabb)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38,23],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/190"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=190"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/190\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}