{"id":230,"date":"2013-12-31T04:26:00","date_gmt":"2013-12-31T04:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=230"},"modified":"2013-12-31T04:26:00","modified_gmt":"2013-12-31T04:26:00","slug":"kontemplasi-rindu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=230","title":{"rendered":"Kontemplasi Rindu &#8230;"},"content":{"rendered":"<p><i>Edisi mellow mode on&#8230;<\/i> <br \/>\nAda yang tau Fiersha besari.. pertama kali saya tau tentang dia via souncloud, yang aku tau lagu-lagu unik, easy listening dan dia bisa maen gitar sendiri..he.hee<\/p>\n<p>Ternyata belakangan (via twitter) saya tau dia juga puitis, banyak kutipan-kutipan dari bung FB yang bikin galau.. puisi akhir tahun ini bener-bener minta direblog..tentang kontemplasi rindu.. <\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/25.media.tumblr.com\/d7e12f1b2db6996498fe855dcca6b678\/tumblr_my9m1o0eLc1rk7zomo1_500.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"320\" src=\"http:\/\/25.media.tumblr.com\/d7e12f1b2db6996498fe855dcca6b678\/tumblr_my9m1o0eLc1rk7zomo1_500.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<blockquote><p>\n=====================<br \/>\nKontemplasi Rindu<br \/>\n=====================<\/p><\/blockquote>\n<p><\/p>\n<blockquote><p>\nMasihkah kau memandang langit<br \/>\ndan menatap bintang yang sama denganku? Aku masih<br \/>\nMasihkah kau terdiam beberapa detik<br \/>\nketika tak sengaja mendengar lagu kita? Aku masih<br \/>\nMasihkah kau terbangun di tengah malam<br \/>\ndan merasakan ada yang hilang? Aku masih<br \/>\nMasihkah kau mencoba untuk<br \/>\nmembunuh benih yang ada di dalam hatimu? Aku tidak<\/p>\n<p>Kau tahu mengapa aku hidup jauh dari pantai?<br \/>\nAgar bisa menikmati debur ombak ketika menyapa<br \/>\nMengapa aku hidup jauh dari gunung?<br \/>\nAgar bisa mensyukuri saat berada di puncak tertinggi<br \/>\nMengapa aku hidup jauh dari rasa lupa?<br \/>\nAgar bisa merasakan indahnya kenangan mengetuk<br \/>\nDan mengapa aku hidup jauh dari dirimu?<br \/>\nAgar bisa menghargai rindu dalam setiap pertemuan<\/p>\n<p>Manusia ini yang terlalu takut kehilanganmu<br \/>\nHingga memilih untuk berani memperjuangkanmu<br \/>\nManusia ini yang terlalu takut melihatmu menangis<br \/>\nHingga memilih untuk berani membuatmu bahagia<br \/>\nManusia ini yang terlalu takut melihatmu pergi<br \/>\nHingga memilih untuk berani berdiri di atas lutut sendiri<br \/>\nManusia ini yang terlalu takut hidup tanpamu<br \/>\nHingga memilih untuk berani mendampingimu<\/p>\n<p>Karena menyukaimu tidak membutuhkan waktu lama<br \/>\nSungguh bukan peduliku jika dunia membeku<br \/>\nMenyayangimu tidak membutuhkan rasionalitas<br \/>\nSungguh bukan peduliku jika harus selamanya menggilaimu<br \/>\nMencintaimu tidak membutuhkan visi dan misi<br \/>\nSungguh bukan peduliku jika masa depan pun tak ada<br \/>\nKehilanganmu membutuhkan seribu pedang untuk menusukku<br \/>\nSungguh sesakit itu sayang, sesakit itu<\/p>\n<p>Terima kasih telah membuatku tahu bagaimana rasanya<br \/>\nbumi berhenti berputar saat kau tersenyum<br \/>\nTerima kasih telah membuatku tahu bagaimana rasanya<br \/>\nluar biasa takut saat sesuatu yang buruk menimpamu<br \/>\nTerima kasih telah membuatku tahu bagaimana rasanya<br \/>\nkehilangan saat tanganmu dan tanganku harus dilerai<br \/>\nTerima kasih telah membuatku tahu bagaimana rasanya<br \/>\nbahagia meski sejenak, meski sejengkal, meski setitik,<br \/>\nnamun terasa nyata<\/p>\n<p>Mungkin kau dan aku bukan ditakdirkan untuk jatuh cinta,<br \/>\nhanya untuk berjalan di dalamnya,<br \/>\nmensyukuri detakan jantung mempercepat<br \/>\nmenikmati detikan jam melambat<br \/>\nhingga entah kapan<br \/>\nTuhan mempertemukan lagi kau dan aku<\/p>\n<p>Kita hanya terjarak, bukan terpisah<\/p>\n<p>Oleh: Fiersa Besari &#8212; Desember 2013<\/p><\/blockquote>\n<p>\n<span style=\"font-size: x-small;\"><i>gambar : koleksi pribadi<\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Edisi mellow mode on&#8230; Ada yang tau Fiersha besari.. pertama kali saya tau tentang dia via souncloud, yang aku tau lagu-lagu unik, easy listening dan dia bisa maen gitar sendiri..he.hee Ternyata belakangan (via twitter) saya tau dia juga puitis, banyak kutipan-kutipan dari bung FB yang bikin galau.. puisi akhir tahun ini bener-bener minta direblog..tentang kontemplasi rindu.. ===================== Kontemplasi Rindu ===================== Masihkah kau memandang langit dan menatap bintang yang sama denganku? Aku masih Masihkah kau terdiam beberapa detik ketika tak sengaja mendengar lagu kita? Aku masih Masihkah kau terbangun di tengah malam dan merasakan ada yang hilang? Aku masih Masihkah kau mencoba untuk membunuh benih yang ada di dalam hatimu? Aku tidak Kau tahu mengapa aku hidup jauh dari pantai? Agar bisa menikmati debur ombak ketika menyapa Mengapa aku hidup jauh dari gunung? Agar bisa mensyukuri saat berada di puncak tertinggi Mengapa aku hidup jauh dari rasa lupa? Agar bisa merasakan indahnya kenangan mengetuk Dan mengapa aku hidup jauh dari dirimu? Agar bisa menghargai rindu dalam setiap pertemuan Manusia ini yang terlalu takut kehilanganmu Hingga memilih untuk berani memperjuangkanmu Manusia ini yang terlalu takut melihatmu menangis Hingga memilih untuk berani membuatmu bahagia Manusia ini yang terlalu takut melihatmu pergi Hingga memilih untuk berani berdiri di atas lutut sendiri Manusia ini yang terlalu takut hidup tanpamu Hingga memilih untuk berani mendampingimu Karena menyukaimu tidak membutuhkan waktu lama Sungguh bukan peduliku jika dunia membeku Menyayangimu tidak membutuhkan rasionalitas Sungguh bukan peduliku jika harus selamanya menggilaimu Mencintaimu tidak membutuhkan visi dan misi Sungguh bukan peduliku jika masa depan pun tak ada Kehilanganmu membutuhkan seribu pedang untuk menusukku Sungguh sesakit itu sayang, sesakit itu Terima kasih telah membuatku tahu bagaimana rasanya bumi berhenti berputar saat kau tersenyum Terima kasih telah membuatku tahu bagaimana rasanya luar biasa takut saat sesuatu yang buruk menimpamu Terima kasih telah membuatku tahu bagaimana rasanya kehilangan saat tanganmu dan tanganku harus dilerai Terima kasih telah membuatku tahu bagaimana rasanya bahagia meski sejenak, meski sejengkal, meski setitik, namun terasa nyata Mungkin kau dan aku bukan ditakdirkan untuk jatuh cinta, hanya untuk berjalan di dalamnya, mensyukuri detakan jantung mempercepat menikmati detikan jam melambat hingga entah kapan Tuhan mempertemukan lagi kau dan aku Kita hanya terjarak, bukan terpisah Oleh: Fiersa Besari &#8212; Desember 2013 gambar : koleksi pribadi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[9,21,37],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/230"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=230"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/230\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}