{"id":250,"date":"2013-11-19T04:21:00","date_gmt":"2013-11-19T04:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=250"},"modified":"2013-11-19T04:21:00","modified_gmt":"2013-11-19T04:21:00","slug":"pkmp-identifikasi-komponen-umbi-bawang-dayak-menggunakan-gc-ms-dan-uji-pengaruhnya-terhadap-hati-dan-ginjal-mencit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=250","title":{"rendered":"PKMP &#8212; Identifikasi Komponen Umbi Bawang Dayak Menggunakan GC-MS dan Uji Pengaruhnya Terhadap Hati dan   Ginjal Mencit"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: center;\">\n<b>Identifikasi Komponen Utama Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (<i>Eleutherine americana. Merr<\/i>) Menggunakan GC-MS dan Uji Pengaruhnya Terhadap Hati dan&nbsp;<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<b>Ginjal Mencit (<i>Mus musculus<\/i>)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\nOleh : <\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<i>Kuntadi, Arif Yoga Pratama<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<p><b>LATAR BELAKANG MASALAH<\/b><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIndonesia adalah salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia disamping Brazilia dan Tanzania. Dari Sabang sampai Merauke tersebar sekitar 40.000 jenis tumbuhan. Namun, sangat disayangkan hanya sebagian kecil dari jenis tumbuhan tersebut yang telah diteliti secara ilmiah di laboratorium (Andria Agusta, 2000).&nbsp;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPemakaian obat tradisional semakin berkembang pesat akhir-akhir ini. Perkembangan ini didukung oleh kecenderungan manusia melakukan pengobatan  secara alam atau kembali ke alam (back to nature). Pengobatan secara tradisional dianggap lebih praktis karena sudah berlangsung turun temurun. Setiap tanaman mempunyai komponen-komponen utama yang spesifik. Sebagai contoh bawang dayak, berdasarkan siaran televisi TVRI Jogja, umbi bawang dayak sering digunakan sebagai bahan obat tradisional yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit, seperti sebagai obat kanker dan juga dapat mengobati penyakit lainnya. Namun, umbi bawang dayak belum banyak diteliti secara lanjut untuk mengetahui komponen utama yang terkandung dalam umbi bawang dayak tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap organ hati dan ginjal pada dosis tertentu. Oleh sebab itu kami terdorong untuk meneliti komponen utama dalam bawang dayak dan sejalan perkembangan teknologi dalam teknik analisis kami memilih menggunakan teknik analisis kromatografi gas spektrofotometri massa (GC-MS) dan mempelajari bagaimana pengaruh pemberian ekstrak umbi bawang dayak terhadap hati dan ginjal mencit.<\/div>\n<p>\n<b>RUMUSAN MASALAH<\/b><br \/>\nBerdasarkan latar belakang yang disampaikan, dapat dirumuskan beberapa masalah yang timbul sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Bagaimana cara mengekstrak umbi bawang dayak (<i>Eleutherine americana. Merr<\/i>)?<\/li>\n<li>Bagaimana hasil identifikasi komponen utama dalam umbi bawang dayak (<i>Eleutherine americana. Merr<\/i>) dengan menggunakan aplikasi GC-MS?<\/li>\n<li>Bagaimana pengaruh pemberian ekstrak umbi bawang dayak (<i>Eleutherine americana. Merr<\/i>) terhadap hati dan ginjal Mencit (Mus musculus)?<\/li>\n<\/ol>\n<p><b>TINJAUAN PUSTAKA<\/b><br \/>\n<b><br \/><\/b><br \/>\n<b><i>1. Bawang dayak (Eleutherine americana. Merr).<\/i><\/b><br \/>\n<b><i><br \/><\/i><\/b><br \/>\n<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nOrang Kalimantan menyebutnya Bawang Dayak karena memang berasal dari Kalimantan. Sedangkan  orang luar Kalimantan biasanya disebut Bawang Sabrang dikarenakan untuk mendapatkannya harus menyeberang (sabrang). Bawang Dayak membutuhkan syarat hidup pada ketinggian antara 600 \u2013 2000 m dpl. Sangat cocok bila berada pada lahan yang kaya akan belerang. Umbi pada tumbuhan bawang dayak umumnya berbentuk lonjong, bulat telur, merah seperti bawang merah, tidak berbau sama sekali. Umbi dapat dikonsumsi setelah usia 6 ( enam ) bulan, dengan tinggi 20 \u2013 40 cm, lebar 1,5 \u2013 3 cm. Bawang dayak merupakan tanaman perdu. Tumbuhan ini dapat ditanam dengan mudah, dalam waktu 6 (enam) bulan  umbinya sudah dapat dimanfaatkan mengandung senyawa alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik dan steroid (Herbone, 1987) .<\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-lt06W0xNQbg\/UowmshfnHtI\/AAAAAAAAB2w\/-3iI8ASaGZM\/s1600\/Picture1.jpg\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"240\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-lt06W0xNQbg\/UowmshfnHtI\/AAAAAAAAB2w\/-3iI8ASaGZM\/s320\/Picture1.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSekilas taksonomi dari tumbuhan (Eleutherine americana. Merr)  dapat dijelaskan sebagai berikut:(Becker et. al.,1962)<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<p>Phylum    : Tracheophyta Sinnott,1935 ex. Cavalier-Smith; 1998. <br \/>\nSubphylum   : Spermatophytiva (auct) Cavalier-Smith; 1998 seed plants. <br \/>\nKelas      : Liliopsida \u2013 monocotyledons. <br \/>\nSubkelas      : Lilidae <br \/>\nOrdo      : Liliales <br \/>\nFamili      : Iridaceae <br \/>\nGenus      : Eleutherine <br \/>\nSpesies   : Eleutherine americana. Merr <br \/>\n(http:\/\/www.plantamor.com\/index.php?plant=524).<\/p>\n<p><b><i>2. Maserasi<\/i><\/b><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMaserasi merupakan proses perendaman sampel menggunakan pelarut organik pada temperatur ruangan. Proses ini sangat menguntungkan dalam isolasi senyawa bahan alam karena dengan perendaman sampel tumbuhan akan terjadi pemecahan dinding dan membran sel akibat perbedaan tekanan antara di dalam dan di luar sel, sehingga metabolit sekunder yang ada dalam sitoplasma akan terlarut dalam pelarut organik dan ekstraksi senyawa akan sempurna karena dapat diatur lama perendaman yang dilakukan. Pemilihan pelarut untuk proses maserasi akan memberikan efektivitas yang tinggi dengan memperhatikan kelarutan senyawa bahan alam dalam pelarut tersebut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<p><b><i>3. GC-MS (Kromatografi Gas-spektrometri massa)<\/i><\/b><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nGC-MS (Kromatografi Gas-spektrometri massa) adalah sebuah metode yang menggabungkan fitur dari kromatografi gas-cair dan spektrometri massa untuk mengidentifikasi zat yang berbeda dalam sampel uji. Aplikasi GC-MS termasuk obat deteksi, api penyelidikan, analisis lingkungan, bahan peledak penyelidikan, dan identifikasi sampel tidak diketahui. Selain itu, dapat mengidentifikasi elemen dalam bahan yang sebelumnya dianggap telah hancur di luar identifikasi.<\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NUxoL245d4A\/UowmsrMM4MI\/AAAAAAAAB24\/CHlC6NIGc9U\/s1600\/Picture2.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-NUxoL245d4A\/UowmsrMM4MI\/AAAAAAAAB24\/CHlC6NIGc9U\/s1600\/Picture2.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<i>Gambar 2.  kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS)<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<i>(http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/File:GCMS_closed.jpg)<\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<i><br \/><\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nGC-MS (kromatografi gas-spektrometri massa) terdiri dari dua blok bangunan utama: kromatografi gas dan spektrometer massa. Pada kromatografi gas menggunakan kolom kapiler yang tergantung pada dimensi kolom (panjang, diameter, ketebalan film) serta sifat fase (misalnya 5% fenil polisiloksan). Perbedaan sifat kimia antara berbagai molekul dalam campuran akan memisahkan molekul sebagai sampel perjalanan panjang kolom. Molekul-molekul mengambil jumlah yang berbeda waktu (disebut waktu retensi) untuk keluar dari (mengelusi dari) kromatografi gas, dan ini memungkinkan hilir spektrometer massa untuk menangkap, mengionisasi, mempercepat, menangkis, dan mendeteksi molekul terionisasi secara terpisah. (en.wikipedia.org).<\/div>\n<p>\nBerikut contoh hasil aplikasi teknik analisis secara GC-MS :<\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-AKtOh8Lxi8s\/UowmskijWZI\/AAAAAAAAB20\/GjkB-mmGAvo\/s1600\/Picture3.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"273\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-AKtOh8Lxi8s\/UowmskijWZI\/AAAAAAAAB20\/GjkB-mmGAvo\/s400\/Picture3.png\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<p><b><i>4. Fungsi hati dan ginjal mencit<\/i><\/b><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nGinjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.(Wikipedia.org) Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. (http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hati)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<p>Download full paper&nbsp;here<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Identifikasi Komponen Utama Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana. Merr) Menggunakan GC-MS dan Uji Pengaruhnya Terhadap Hati dan&nbsp; Ginjal Mencit (Mus musculus) Oleh : Kuntadi, Arif Yoga Pratama LATAR BELAKANG MASALAH Indonesia adalah salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia disamping Brazilia dan Tanzania. Dari Sabang sampai Merauke tersebar sekitar 40.000 jenis tumbuhan. Namun, sangat disayangkan hanya sebagian kecil dari jenis tumbuhan tersebut yang telah diteliti secara ilmiah di laboratorium (Andria Agusta, 2000).&nbsp; Pemakaian obat tradisional semakin berkembang pesat akhir-akhir ini. Perkembangan ini didukung oleh kecenderungan manusia melakukan pengobatan secara alam atau kembali ke alam (back to nature). Pengobatan secara tradisional dianggap lebih praktis karena sudah berlangsung turun temurun. Setiap tanaman mempunyai komponen-komponen utama yang spesifik. Sebagai contoh bawang dayak, berdasarkan siaran televisi TVRI Jogja, umbi bawang dayak sering digunakan sebagai bahan obat tradisional yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit, seperti sebagai obat kanker dan juga dapat mengobati penyakit lainnya. Namun, umbi bawang dayak belum banyak diteliti secara lanjut untuk mengetahui komponen utama yang terkandung dalam umbi bawang dayak tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap organ hati dan ginjal pada dosis tertentu. Oleh sebab itu kami terdorong untuk meneliti komponen utama dalam bawang dayak dan sejalan perkembangan teknologi dalam teknik analisis kami memilih menggunakan teknik analisis kromatografi gas spektrofotometri massa (GC-MS) dan mempelajari bagaimana pengaruh pemberian ekstrak umbi bawang dayak terhadap hati dan ginjal mencit. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang disampaikan, dapat dirumuskan beberapa masalah yang timbul sebagai berikut: Bagaimana cara mengekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine americana. Merr)? Bagaimana hasil identifikasi komponen utama dalam umbi bawang dayak (Eleutherine americana. Merr) dengan menggunakan aplikasi GC-MS? Bagaimana pengaruh pemberian ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine americana. Merr) terhadap hati dan ginjal Mencit (Mus musculus)? TINJAUAN PUSTAKA 1. Bawang dayak (Eleutherine americana. Merr). Orang Kalimantan menyebutnya Bawang Dayak karena memang berasal dari Kalimantan. Sedangkan orang luar Kalimantan biasanya disebut Bawang Sabrang dikarenakan untuk mendapatkannya harus menyeberang (sabrang). Bawang Dayak membutuhkan syarat hidup pada ketinggian antara 600 \u2013 2000 m dpl. Sangat cocok bila berada pada lahan yang kaya akan belerang. Umbi pada tumbuhan bawang dayak umumnya berbentuk lonjong, bulat telur, merah seperti bawang merah, tidak berbau sama sekali. Umbi dapat dikonsumsi setelah usia 6 ( enam ) bulan, dengan tinggi 20 \u2013 40 cm, lebar 1,5 \u2013 3 cm. Bawang dayak merupakan tanaman perdu. Tumbuhan ini dapat ditanam dengan mudah, dalam waktu 6 (enam) bulan umbinya sudah dapat dimanfaatkan mengandung senyawa alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik dan steroid (Herbone, 1987) . Sekilas taksonomi dari tumbuhan (Eleutherine americana. Merr) dapat dijelaskan sebagai berikut:(Becker et. al.,1962) Phylum : Tracheophyta Sinnott,1935 ex. Cavalier-Smith; 1998. Subphylum : Spermatophytiva (auct) Cavalier-Smith; 1998 seed plants. Kelas : Liliopsida \u2013 monocotyledons. Subkelas : Lilidae Ordo : Liliales Famili : Iridaceae Genus : Eleutherine Spesies : Eleutherine americana. Merr (http:\/\/www.plantamor.com\/index.php?plant=524). 2. Maserasi Maserasi merupakan proses perendaman sampel menggunakan pelarut organik pada temperatur ruangan. Proses ini sangat menguntungkan dalam isolasi senyawa bahan alam karena dengan perendaman sampel tumbuhan akan terjadi pemecahan dinding dan membran sel akibat perbedaan tekanan antara di dalam dan di luar sel, sehingga metabolit sekunder yang ada dalam sitoplasma akan terlarut dalam pelarut organik dan ekstraksi senyawa akan sempurna karena dapat diatur lama perendaman yang dilakukan. Pemilihan pelarut untuk proses maserasi akan memberikan efektivitas yang tinggi dengan memperhatikan kelarutan senyawa bahan alam dalam pelarut tersebut. 3. GC-MS (Kromatografi Gas-spektrometri massa) GC-MS (Kromatografi Gas-spektrometri massa) adalah sebuah metode yang menggabungkan fitur dari kromatografi gas-cair dan spektrometri massa untuk mengidentifikasi zat yang berbeda dalam sampel uji. Aplikasi GC-MS termasuk obat deteksi, api penyelidikan, analisis lingkungan, bahan peledak penyelidikan, dan identifikasi sampel tidak diketahui. Selain itu, dapat mengidentifikasi elemen dalam bahan yang sebelumnya dianggap telah hancur di luar identifikasi. Gambar 2. kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS) (http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/File:GCMS_closed.jpg) GC-MS (kromatografi gas-spektrometri massa) terdiri dari dua blok bangunan utama: kromatografi gas dan spektrometer massa. Pada kromatografi gas menggunakan kolom kapiler yang tergantung pada dimensi kolom (panjang, diameter, ketebalan film) serta sifat fase (misalnya 5% fenil polisiloksan). Perbedaan sifat kimia antara berbagai molekul dalam campuran akan memisahkan molekul sebagai sampel perjalanan panjang kolom. Molekul-molekul mengambil jumlah yang berbeda waktu (disebut waktu retensi) untuk keluar dari (mengelusi dari) kromatografi gas, dan ini memungkinkan hilir spektrometer massa untuk menangkap, mengionisasi, mempercepat, menangkis, dan mendeteksi molekul terionisasi secara terpisah. (en.wikipedia.org). Berikut contoh hasil aplikasi teknik analisis secara GC-MS : 4. Fungsi hati dan ginjal mencit Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.(Wikipedia.org) Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. (http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hati) Download full paper&nbsp;here<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[27,14,43],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/250"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=250"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/250\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}