{"id":304,"date":"2013-07-27T07:13:00","date_gmt":"2013-07-27T06:13:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=304"},"modified":"2013-07-27T07:13:00","modified_gmt":"2013-07-27T06:13:00","slug":"materi-pembelajaran-struktur-atom-bilangan-kuantum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=304","title":{"rendered":"Materi Pembelajaran Struktur Atom [Bilangan Kuantum]"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/ujiansma.com\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/qn2.jpg\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" src=\"http:\/\/ujiansma.com\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/qn2.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n&nbsp;Menurut mekanika gelombang, setiap tingkat energi dalam atom  diasosiasikan dengan satu atau lebih orbital. Untuk menyatakan kedudukan  (tingkat energi, bentuk, serta orientasi) suatu orbital menggunakan  tiga bilangan kuantum, yaitu bilangan kuantum utama (<i>n<\/i>), bilangan kuantum azimuth, dan bilangan kuantum magnetik (<i>m<\/i>l atau <i>m<\/i>) (James E. Brady, 1990).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<b>1. Bilangan Kuantum Utama (n)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBilangan kuantum utama (<i>n<\/i>)  menyatakan tingkat energi utama atau kulit atom. Bilangan kuantum utama  mempunyai harga mulai dari 1, 2, 3, dan seterusnya (bilangan bulat  positif) serta dinyatakan dengan lambang <i>K <\/i>(<i>n <\/i>= 1), <i>L <\/i>(<i>n <\/i>= 2), dan seterusnya. Orbital-orbital dengan bilangan kuatum utama berbeda mempunyai tingkat energi yang berbeda secara nyata.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<b>2. Bilangan Kuantum Azimuth (l)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBilangan kuantum azimuth (<i>l<\/i>)  menyatakan subkulit. Nilai-nilai untuk bilangan kuantum azimuth  dikaitkan dengan nilai bilangan kuantum utamanya, yaitu semua bilangan  bulat dari 0 sampai (<i>n <\/i>\u2013 <i>1<\/i>).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<b>3. Bilangan Kuantum Magnetik (<i>m<\/i>l atau <i>m<\/i>)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBilangan kuantum magnetik (<i>m<\/i>)  menyatakan orbital khusus yang ditempati elektron pada suatu subkulit.  Bilangan kuantum magnetik juga menyatakan orientasi khusus dari orbital  itu dalam ruang relatif terhadap inti. Nilai bilangan kuantum magnetik  bergantung pada nilai kuantum azimuth, yaitu semua bilangan bulat mulai  dari \u2013l sampai dengan +l, termasuk 0.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<b>4. Bilangan Kuantum Spin (<i>ms <\/i>atau <i>s<\/i>)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSambil beredar mengintari inti, elektron juga berputar pada sumbunya. Gerak berputar pada sumbu ini disebut <i>rotasi<\/i>.  Hanya ada dua kemungkinan arah rotasi elektron, yaitu searah atau  berlawanan arah jarum jam. Kedua arah yang berbeda itu dinyatakan dengan  bilangan kuantum spin (s) yang mempunyai nilai <i>s <\/i>= +1\/ 2atau <i>s <\/i>=  \u20131\/ 2. Akibatnya satu orbital hanya dapat ditempati oleh maksimum dua  elektron, di mana kedua elektron itu haruslah mempunyai spin yang  berlawanan, sehingga menghasilkan medan magnet yang berlawanan pula.  Medan magnet yang berlawanan ini diperlukan untuk mengimbangi gaya  tolak-menolak listrik yang ada (karena muatan sejenis).<\/div>\n<p>\nDapat disimpulkan bahwa kedudukan suatu elektron dalam suatu atom dinyatakan oleh empat bilangan kuantum, yaitu:<br \/>\na. Bilangan kuantum utama (<i>n<\/i>) menyatakan kulit utamanya.<br \/>\nb. Bilangan kuantum azimuth (<i>l<\/i>) menyatakan subkulitnya.<br \/>\nc. Bilangan kuantum magnetik (<i>m<\/i>) menyatakan orbitalnya.<br \/>\nd. Bilangan kuantum spin (<i>s<\/i>) menyatakan spin atau arah rotasinya.<\/p>\n<p>Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: a. Sampai saat ini, elektron-elektron baru menempati subkulit-subkulit <i>s<\/i>, <i>p<\/i>, <i>d<\/i>, dan <i>f<\/i>. Sedangkan subkulit <i>g<\/i>, <i>h<\/i>, dan <i>i <\/i>belum  terisi elektron. b. Setiap kulit mengandung subkulit sebanyak nomor  kulit dan dimulai dari subkulit yang paling sedikit orbitalnya. Kulit  pertama hanya mengandung subkulit <i>s<\/i>; kulit ke-2 mengandung <i>s <\/i>dan <i>p<\/i>; kulit ke-3 mengandung subkulit <i>s<\/i>, <i>p<\/i>, dan <i>d<\/i>; dan seterusnya.<\/p>\n<p>Pembagian Kulit Kulit dalam Atom<\/p>\n<table border=\"1\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"108\"><b>Nomor Kulit <\/b><\/td>\n<td width=\"125\"><b>Jumlah   Subkulit <\/b><\/td>\n<td width=\"129\"><b>Jumlah   Orbital <\/b><\/td>\n<td width=\"155\"><b>Elektron   Maksimum <\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"108\">Kulit ke-1 (K)<\/td>\n<td width=\"125\"><i>s<\/i><\/td>\n<td width=\"129\">1 orbital<\/td>\n<td width=\"155\">2 elektron<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"108\">Kulit ke-2 (L)<\/td>\n<td width=\"125\"><i>s<\/i>, <i>p<\/i><\/td>\n<td width=\"129\">4 orbital<\/td>\n<td width=\"155\">8 elektron<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"108\">Kulit ke-3 (M)<\/td>\n<td width=\"125\"><i>s<\/i>, <i>p<\/i>, <i>d<\/i><\/td>\n<td width=\"129\">9 orbital<\/td>\n<td width=\"155\">18 elektron<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"108\">Kulit ke-4 (N)<\/td>\n<td width=\"125\"><i>s<\/i>, <i>p<\/i>, <i>d<\/i>, <i>f<\/i><\/td>\n<td width=\"129\">16 orbital<\/td>\n<td width=\"155\">32 elektron<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"108\">Kulit ke-5 (O)<\/td>\n<td width=\"125\"><i>s<\/i>, <i>p<\/i>, <i>d<\/i>, <i>f<\/i>, <i>g<\/i><\/td>\n<td width=\"129\">25 orbital<\/td>\n<td width=\"155\">50 elektron<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"108\">Kulit ke-6 (P)<\/td>\n<td width=\"125\"><i>s<\/i>, <i>p<\/i>, <i>d<\/i>, <i>f<\/i>, <i>g<\/i>, <i>h<\/i><\/td>\n<td width=\"129\">36 orbital<\/td>\n<td width=\"155\">72 elektron<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"108\">Kulit ke-7 (Q)<\/td>\n<td width=\"125\"><i>s<\/i>, <i>p<\/i>, <i>d<\/i>, <i>f<\/i>, <i>g<\/i>, <i>h<\/i>, <i>i<\/i><\/td>\n<td width=\"129\">49 orbital<\/td>\n<td width=\"155\">98 elektron<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"108\">Kulit ke-<i>n<\/i><\/td>\n<td width=\"125\"><i>n<\/i> buah subkulit<\/td>\n<td width=\"129\">n2 orbital<\/td>\n<td width=\"155\">2n2 elektron<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>\nSumber artikel dari <a href=\"http:\/\/www.chem-is-try.org\/materi_kimia\/kimia_sma1\/kelas-2\/bilangan-kuantum\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sini <\/a><br \/>\ngambar dari <a href=\"http:\/\/ujiansma.com\/macam-macam-bilangan-kuantum\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sini<\/a><\/p>\n<p>Download PPT Kelas XI untuk SMA N 1 Sleman <a href=\"https:\/\/app.box.com\/s\/e8rizqkw63hn33flmms9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">disini<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;Menurut mekanika gelombang, setiap tingkat energi dalam atom diasosiasikan dengan satu atau lebih orbital. Untuk menyatakan kedudukan (tingkat energi, bentuk, serta orientasi) suatu orbital menggunakan tiga bilangan kuantum, yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth, dan bilangan kuantum magnetik (ml atau m) (James E. Brady, 1990). 1. Bilangan Kuantum Utama (n) Bilangan kuantum utama (n) menyatakan tingkat energi utama atau kulit atom. Bilangan kuantum utama mempunyai harga mulai dari 1, 2, 3, dan seterusnya (bilangan bulat positif) serta dinyatakan dengan lambang K (n = 1), L (n = 2), dan seterusnya. Orbital-orbital dengan bilangan kuatum utama berbeda mempunyai tingkat energi yang berbeda secara nyata. 2. Bilangan Kuantum Azimuth (l) Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulit. Nilai-nilai untuk bilangan kuantum azimuth dikaitkan dengan nilai bilangan kuantum utamanya, yaitu semua bilangan bulat dari 0 sampai (n \u2013 1). 3. Bilangan Kuantum Magnetik (ml atau m) Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbital khusus yang ditempati elektron pada suatu subkulit. Bilangan kuantum magnetik juga menyatakan orientasi khusus dari orbital itu dalam ruang relatif terhadap inti. Nilai bilangan kuantum magnetik bergantung pada nilai kuantum azimuth, yaitu semua bilangan bulat mulai dari \u2013l sampai dengan +l, termasuk 0. 4. Bilangan Kuantum Spin (ms atau s) Sambil beredar mengintari inti, elektron juga berputar pada sumbunya. Gerak berputar pada sumbu ini disebut rotasi. Hanya ada dua kemungkinan arah rotasi elektron, yaitu searah atau berlawanan arah jarum jam. Kedua arah yang berbeda itu dinyatakan dengan bilangan kuantum spin (s) yang mempunyai nilai s = +1\/ 2atau s = \u20131\/ 2. Akibatnya satu orbital hanya dapat ditempati oleh maksimum dua elektron, di mana kedua elektron itu haruslah mempunyai spin yang berlawanan, sehingga menghasilkan medan magnet yang berlawanan pula. Medan magnet yang berlawanan ini diperlukan untuk mengimbangi gaya tolak-menolak listrik yang ada (karena muatan sejenis). Dapat disimpulkan bahwa kedudukan suatu elektron dalam suatu atom dinyatakan oleh empat bilangan kuantum, yaitu: a. Bilangan kuantum utama (n) menyatakan kulit utamanya. b. Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulitnya. c. Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbitalnya. d. Bilangan kuantum spin (s) menyatakan spin atau arah rotasinya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: a. Sampai saat ini, elektron-elektron baru menempati subkulit-subkulit s, p, d, dan f. Sedangkan subkulit g, h, dan i belum terisi elektron. b. Setiap kulit mengandung subkulit sebanyak nomor kulit dan dimulai dari subkulit yang paling sedikit orbitalnya. Kulit pertama hanya mengandung subkulit s; kulit ke-2 mengandung s dan p; kulit ke-3 mengandung subkulit s, p, dan d; dan seterusnya. Pembagian Kulit Kulit dalam Atom Nomor Kulit Jumlah Subkulit Jumlah Orbital Elektron Maksimum Kulit ke-1 (K) s 1 orbital 2 elektron Kulit ke-2 (L) s, p 4 orbital 8 elektron Kulit ke-3 (M) s, p, d 9 orbital 18 elektron Kulit ke-4 (N) s, p, d, f 16 orbital 32 elektron Kulit ke-5 (O) s, p, d, f, g 25 orbital 50 elektron Kulit ke-6 (P) s, p, d, f, g, h 36 orbital 72 elektron Kulit ke-7 (Q) s, p, d, f, g, h, i 49 orbital 98 elektron Kulit ke-n n buah subkulit n2 orbital 2n2 elektron Sumber artikel dari sini gambar dari sini Download PPT Kelas XI untuk SMA N 1 Sleman disini<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[6,14],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/304"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=304"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/304\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}