{"id":370,"date":"2013-03-11T01:45:00","date_gmt":"2013-03-11T01:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=370"},"modified":"2013-03-11T01:45:00","modified_gmt":"2013-03-11T01:45:00","slug":"ini-aku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=370","title":{"rendered":"Ini Aku"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">\n<span>Ini aku..<\/p>\n<p> Aku bukanlah seorang<br \/>\npenyair Libanon itu. Meraihmu, lalu mendudukanmu di sisi, kemudian patah<br \/>\n demi patah, hingga kau menjadi yang terindah pada tinta sucinya.<\/p>\n<p> Bukan Mozart, yang memainkan nada-nada terindah, bahkan menjadikan di<span>rimu, harmoni dalam kidung-kidung sakral.<\/p>\n<p> Bukan pula seorang Da Vinci yang melukismu secara detail, hingga aliran darahmu, aliran nadi-venamu menyejarah: bernilai emas.<\/p>\n<p> aku, ya ini hanya aku.<br \/>\n seorang yang tak memintamu apa-apa selain mendengarkan apa yang<br \/>\nmembuatku gusar. kemudian kau diam, menjauh atau bergetar yang dalam.<br \/>\nEntah. yang pasti aku bahagia ketika beberapa detikmu mendengarkanku.<\/p>\n<p> Ini aku. Seorang yang entah. Seorang yang entah. Aku tak mencarimu<br \/>\nkarena kau pandai menyulam sutera atau kau pandai meracik makanan. Bukan<br \/>\n pula kau yang rupawan. Karena aku bahkan belum mengetahui rupa ayumu.<\/p>\n<p> Tentu, aku ingin menjadi dialog-dialogmu kemudian hari. Menjadi penyeka<br \/>\n air matamu, menjadi sandar saat kau tengah jengah. Menjadi embun untuk<br \/>\ndahagamu. Menjadi hangat untuk dinginmu.<\/p>\n<p> Tapi, ini sepenuhnya adalah pilihanmu. Menyayangimu, bagiku cukup. <\/p>\n<p> Kau bunga, sementara aku hanya tandusan. Kau harum, sementara aku asap pengapian yang apek.<br \/> Dan, ini sepenuhnya bagimu. Bagiku, menyayangimu cukup.<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<span><span>by : pemanduku, mas prim ^_*&nbsp;<\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<span><span><br \/><\/span><\/span><\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net\/hphotos-ak-ash3\/c0.0.403.403\/p403x403\/559725_348931275223835_207505572_n.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"400\" src=\"https:\/\/fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net\/hphotos-ak-ash3\/c0.0.403.403\/p403x403\/559725_348931275223835_207505572_n.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<span><span><br \/><\/span><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini aku.. Aku bukanlah seorang penyair Libanon itu. Meraihmu, lalu mendudukanmu di sisi, kemudian patah demi patah, hingga kau menjadi yang terindah pada tinta sucinya. Bukan Mozart, yang memainkan nada-nada terindah, bahkan menjadikan dirimu, harmoni dalam kidung-kidung sakral. Bukan pula seorang Da Vinci yang melukismu secara detail, hingga aliran darahmu, aliran nadi-venamu menyejarah: bernilai emas. aku, ya ini hanya aku. seorang yang tak memintamu apa-apa selain mendengarkan apa yang membuatku gusar. kemudian kau diam, menjauh atau bergetar yang dalam. Entah. yang pasti aku bahagia ketika beberapa detikmu mendengarkanku. Ini aku. Seorang yang entah. Seorang yang entah. Aku tak mencarimu karena kau pandai menyulam sutera atau kau pandai meracik makanan. Bukan pula kau yang rupawan. Karena aku bahkan belum mengetahui rupa ayumu. Tentu, aku ingin menjadi dialog-dialogmu kemudian hari. Menjadi penyeka air matamu, menjadi sandar saat kau tengah jengah. Menjadi embun untuk dahagamu. Menjadi hangat untuk dinginmu. Tapi, ini sepenuhnya adalah pilihanmu. Menyayangimu, bagiku cukup. Kau bunga, sementara aku hanya tandusan. Kau harum, sementara aku asap pengapian yang apek. Dan, ini sepenuhnya bagimu. Bagiku, menyayangimu cukup. by : pemanduku, mas prim ^_*&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/370"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=370"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/370\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=370"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=370"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=370"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}