{"id":395,"date":"2013-01-27T01:45:00","date_gmt":"2013-01-27T01:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=395"},"modified":"2013-01-27T01:45:00","modified_gmt":"2013-01-27T01:45:00","slug":"cerpen-mencintai-harus-memiliki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=395","title":{"rendered":"Cerpen : Mencintai Harus Memiliki"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">\nSeorang pemuda tanggung yang menelan mentah-mentah peribahasa lama tentang cinta sedang duduk di tepi sungai hendak bunuh diri. Bukan nyawanya yang hendak dihilangkan, tapi perasaannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nBagaimana tidak, seorang jelita yang tinggal di sebuah rumah merah jambu ditepian kota, dekat pasar buah, depan sebuah taman bunga. Kemarin sore diambil paksa dari hidupnya. Hendak kawin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nPada sangkanya dia akan berjodoh, mengkhayalkan masa depan yang indah bersamanya, melewati malam yang penuh kesepian tidak lagi seorang diri, menikmati teh di teras rumah ada teman berbicara, atau sekedar menemani menikmati hidup yang cukup membosankan ini. Sayang sekali, sangkaannya ternyata seperti kita mengkonsumsi MSG setiap hari, begitu nikmat tapi berujung sakit yang menyakitkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMencintai itu harus memiliki bukan, memiliki keberanian paling tidak. Keberanian untuk kehilangan ataupun untuk tanggungjawab ketika memiliki. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIa teringat pesan ibundanya yang telah lalu. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<i>\u201cDalam hidup ini,banyak sekali terdapat kesempatan,sayangnya tidak semua orang berani mengambilnya.Kamu harus menjadi seseorang yang berani anakku, jika kamu mencintai seseorang,kamu harus memilikinya\u201d <\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<i>\u201cTidak semuanya begitu, Ibunda\u201d <\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<i>\u201cIya , tapi kamu harus mengambil kesempatannya, atau kamu akan kehilangan sesuatu yang amat berharga\u201d <\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nRupanya aku tidak memiliki keberanian, aku tidak bisa memiliki. Bukan karena aku takut, aku sendiri tidak memiliki diri ku sendiri secara utuh, bagaimana mungkin aku bisa memiliki orang lain. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<i>\u201cKamu harus memiliki dirimu sendiri,menjadi dirimu secara utuh. Kamu tidak akan bisa memiliki orang lain untuk menjadi bagian dari dirimu jika kamu tidak memiliki dirimu sendiri sebelumnya\u201d <\/i><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIbundanya melanjutkan. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<i>\u201cKamu harus memiliki ini\u201d<\/i> (sambil menunjuk dada) <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<i>\u201cCinta itu harus memiliki anakku, dia tidak bisa hidup hanya dengan dirinya sendiri. Dan agar ia bertahan selamannya menjadi milikmu, kamu harus mengambilnya dengan cara yang terbaik\u201d <\/i><\/div>\n<p><a href=\"http:\/\/kurniawangunadi.tumblr.com\/post\/41518533917\/cerpen-mencintai-harus-memiliki\"><br \/>\nSrc<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang pemuda tanggung yang menelan mentah-mentah peribahasa lama tentang cinta sedang duduk di tepi sungai hendak bunuh diri. Bukan nyawanya yang hendak dihilangkan, tapi perasaannya. Bagaimana tidak, seorang jelita yang tinggal di sebuah rumah merah jambu ditepian kota, dekat pasar buah, depan sebuah taman bunga. Kemarin sore diambil paksa dari hidupnya. Hendak kawin. Pada sangkanya dia akan berjodoh, mengkhayalkan masa depan yang indah bersamanya, melewati malam yang penuh kesepian tidak lagi seorang diri, menikmati teh di teras rumah ada teman berbicara, atau sekedar menemani menikmati hidup yang cukup membosankan ini. Sayang sekali, sangkaannya ternyata seperti kita mengkonsumsi MSG setiap hari, begitu nikmat tapi berujung sakit yang menyakitkan. Mencintai itu harus memiliki bukan, memiliki keberanian paling tidak. Keberanian untuk kehilangan ataupun untuk tanggungjawab ketika memiliki. Ia teringat pesan ibundanya yang telah lalu. \u201cDalam hidup ini,banyak sekali terdapat kesempatan,sayangnya tidak semua orang berani mengambilnya.Kamu harus menjadi seseorang yang berani anakku, jika kamu mencintai seseorang,kamu harus memilikinya\u201d \u201cTidak semuanya begitu, Ibunda\u201d \u201cIya , tapi kamu harus mengambil kesempatannya, atau kamu akan kehilangan sesuatu yang amat berharga\u201d Rupanya aku tidak memiliki keberanian, aku tidak bisa memiliki. Bukan karena aku takut, aku sendiri tidak memiliki diri ku sendiri secara utuh, bagaimana mungkin aku bisa memiliki orang lain. \u201cKamu harus memiliki dirimu sendiri,menjadi dirimu secara utuh. Kamu tidak akan bisa memiliki orang lain untuk menjadi bagian dari dirimu jika kamu tidak memiliki dirimu sendiri sebelumnya\u201d Ibundanya melanjutkan. \u201cKamu harus memiliki ini\u201d (sambil menunjuk dada) \u201cCinta itu harus memiliki anakku, dia tidak bisa hidup hanya dengan dirinya sendiri. Dan agar ia bertahan selamannya menjadi milikmu, kamu harus mengambilnya dengan cara yang terbaik\u201d Src<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/395"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=395"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/395\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}