{"id":400,"date":"2013-01-09T14:59:00","date_gmt":"2013-01-09T14:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=400"},"modified":"2013-01-09T14:59:00","modified_gmt":"2013-01-09T14:59:00","slug":"setiap-peminang-anaknya-adalah-perampok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=400","title":{"rendered":"Setiap Peminang Anaknya adalah Perampok"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\n<i>Ibu adalah orang pertama yang kehilangan dan ayah, ia lebih banyak diam.<\/i><\/p><\/blockquote>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/encrypted-tbn2.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcQ0rqDAI0uw052uw0f1l8H9YfrCiH39_HR4Ose7145ffgIo7sBSme_vFog\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"262\" src=\"https:\/\/encrypted-tbn2.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcQ0rqDAI0uw052uw0f1l8H9YfrCiH39_HR4Ose7145ffgIo7sBSme_vFog\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIbunya berlinang-linang air mata, air mata yang langsung menguap disapu oleh terik dan hembusan angin. Pikiran jelek menyelinap dalam pikirannya, laki-laki yang berani meminang anaknya itu benar-benar perampok brengsek yang merenggut kebahagiaan bersama anak perempuan nya yang terkasih.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTerasa hidup begitu getir ketika setiap hari yang dipenuhi oleh tawa dan kerinduan, mendadak sebab-sebab rindu itu harus direnggut penuh senyum kemenangan oleh laki-laki yang masih berumur muda. Berani-beraninya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAyah lebih banyak diam, murung beliau dimasa tuanya. Anak gadis dan cintanya itu harus dengan telak dia berikan kepada laki-laki lain yang meski katanya baik tetap saja selalu ia ragukan kebaikannya. Apakah anaknya akan baik-baik saja,mampu dipenuhi segala kebutuhannya, dan tiada tersakiti sedikitpun hati sekaligus perasaannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAku, aku adalah laki-laki paling jahat didunia menurut mereka. Yang dengan sembrono datang ke rumahnya dengan terang benderang meminta anak gadis satu-satunya milik mereka untuk aku bawa pergi ke negeri seberang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201c<i>Kau hanya perlu membuktikan beberapa hal untuk membuat mereka percaya<\/i>\u201d, perempuan dengan suara menenangkan itu menghampiriku ketika aku terdiam begitu lama dalam duduk. Perempuan inilah yang aku ambil dan aku bawa pergi dari kedua orang tuanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAku tidak pernah mengerti, mungkin sampai aku memiliki anak sendiri. Kamudian ada laki-laki yang lebih brengsek dari aku saat ini yang juga terang-terangan hendak mengambil anak kami.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201c<i>Butuh waktu berapa lama<\/i>?\u201d,aku bertanya lembut kepada perempuan yang lebih lembut itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201c<i>Seumur hidupmu, kamu sanggup ?<\/i>\u201d,ia berkata pelan meyakinkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nAku mengangguk, mungkin benar memang butuh seumur hidup untuk meyakinkan mereka bahwa anak perempuannya akan baik-baik berada di bawah penjagaanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201c<i>Aku berjanji<\/i>\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIa menatapku lebih lama, seperti menuntut sesuatu yang lebih dalam lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n\u201c<i>Demi Allah,aku berjanji<\/i>\u201d. Aku tersenyum.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nIa membalasku dengan pelukannya.<\/div>\n<p><a href=\"http:\/\/kurniawangunadi.tumblr.com\/post\/40011685018\/cerpen-setiap-peminang-anaknya-adalah-perampok\">Src<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibu adalah orang pertama yang kehilangan dan ayah, ia lebih banyak diam. Ibunya berlinang-linang air mata, air mata yang langsung menguap disapu oleh terik dan hembusan angin. Pikiran jelek menyelinap dalam pikirannya, laki-laki yang berani meminang anaknya itu benar-benar perampok brengsek yang merenggut kebahagiaan bersama anak perempuan nya yang terkasih. Terasa hidup begitu getir ketika setiap hari yang dipenuhi oleh tawa dan kerinduan, mendadak sebab-sebab rindu itu harus direnggut penuh senyum kemenangan oleh laki-laki yang masih berumur muda. Berani-beraninya. Ayah lebih banyak diam, murung beliau dimasa tuanya. Anak gadis dan cintanya itu harus dengan telak dia berikan kepada laki-laki lain yang meski katanya baik tetap saja selalu ia ragukan kebaikannya. Apakah anaknya akan baik-baik saja,mampu dipenuhi segala kebutuhannya, dan tiada tersakiti sedikitpun hati sekaligus perasaannya. Aku, aku adalah laki-laki paling jahat didunia menurut mereka. Yang dengan sembrono datang ke rumahnya dengan terang benderang meminta anak gadis satu-satunya milik mereka untuk aku bawa pergi ke negeri seberang. \u201cKau hanya perlu membuktikan beberapa hal untuk membuat mereka percaya\u201d, perempuan dengan suara menenangkan itu menghampiriku ketika aku terdiam begitu lama dalam duduk. Perempuan inilah yang aku ambil dan aku bawa pergi dari kedua orang tuanya. Aku tidak pernah mengerti, mungkin sampai aku memiliki anak sendiri. Kamudian ada laki-laki yang lebih brengsek dari aku saat ini yang juga terang-terangan hendak mengambil anak kami. \u201cButuh waktu berapa lama?\u201d,aku bertanya lembut kepada perempuan yang lebih lembut itu. \u201cSeumur hidupmu, kamu sanggup ?\u201d,ia berkata pelan meyakinkan. Aku mengangguk, mungkin benar memang butuh seumur hidup untuk meyakinkan mereka bahwa anak perempuannya akan baik-baik berada di bawah penjagaanku. \u201cAku berjanji\u201d Ia menatapku lebih lama, seperti menuntut sesuatu yang lebih dalam lagi. \u201cDemi Allah,aku berjanji\u201d. Aku tersenyum. Ia membalasku dengan pelukannya. Src<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[18,46],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/400"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=400"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/400\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}