{"id":42,"date":"2018-10-02T23:42:00","date_gmt":"2018-10-02T22:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=42"},"modified":"2018-10-02T23:42:00","modified_gmt":"2018-10-02T22:42:00","slug":"video-pembelajaran-titrasi-asam-basa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=42","title":{"rendered":"Video Pembelajaran Titrasi Asam Basa"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<iframe allowfullscreen=\"\" data-thumbnail-src=\"https:\/\/i.ytimg.com\/vi\/LrcLUOraRys\/0.jpg\" frameborder=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/LrcLUOraRys?feature=player_embedded\" width=\"320\"><\/iframe><\/div>\n<p>Titrasi asam basa merupakan suatu prosedur yang dilakukan saat kita ingin menentukan kemolaran atau kadar suatu asam atau basa berdasarkan reaksi netralisasi. Selain itu, dalam titrasi asam basa terdapat beberapa istilah yang harus kamu ketahui, beberapa istilah di antaranya:<\/p>\n<p>Pentiter, merupakan zat yang mentitrasi suatu asam-basa yang ingin ditentukan kemolarannya.<br \/>\nTitik akhir titrasi, merupakan titik saat indikator asam-basa mengalami perubahan warna<br \/>\nTitik ekuivalen, merupakan titik saat asam-basa tepat habis bereaksi<br \/>\nDaerah perubahan pH drastis, merupakan daerah di mana saat terjadinya sedikit penambahan tetes pentiter, akan mengubah warna indikator asam-basa<\/p>\n<p>\nTitrasi asam basa bisa kamu lakukan ketika menggunakan sebuah indikator asam-basa serta zat pentiter. Nah, indikator asam-basa yang baik untuk titrasi itu ada dua macam, yaitu:<\/p>\n<p>Yang mempunyai trayek perubahan pH yang berada di sekitar titik ekuivalen atau pada titik ekuivalen tersebut<br \/>\nKetika perubahan warna terlihat jelas dan juga tajam.<\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/hs-fs\/hubfs\/proses%20titrasi.png?t=1538519432040&amp;width=600&amp;name=proses%20titrasi.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"400\" data-original-width=\"600\" height=\"266\" src=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/hs-fs\/hubfs\/proses%20titrasi.png?t=1538519432040&amp;width=600&amp;name=proses%20titrasi.png\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\nMerupakan proses titrasi. Tidak selalunya basa sebagai pentitrasi, bisa juga sebaliknya,<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\nasam yang menjadi pentitrasi<\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<\/p>\n<div style=\"text-align: left;\">\nKemudian, untuk menggunakan indikator asam-basa, kamu harus menggunakan beberapa prosedur titrasi, di antaranya adalah:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n1. Asam yang akan dititrasi, mula-mula ditetesi indikator asam-basa secukupnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n2. Kemudian masukkan pentiter yang berupa basa, setetes demi setetes sambil menghitung.<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n3. Ketika warna indikator berubah, hentikan titrasi (titik akhir titrasi).<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\nSquad, kamu harus tahu nih bahwa pada titrasi asam-basa terdapat rumus titrasi yang berlaku, yaitu:<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li>Asam-basa monovalen dan asam-basa divalen<\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<span style=\"background-color: lime;\"><b>Ma. Va = Mb. Vb<\/b><\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li>Asam divalen-basa monovalen<\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<span style=\"background-color: lime;\">2. Ma. Va = Mb. Vb<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li>Basa divalen-asam monovalen<\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<span style=\"background-color: lime;\">Ma. Va = 2. Mb. Vb<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<span data-hs-cos-general-type=\"meta_field\" data-hs-cos-type=\"rich_text\">Sekarang, kita lihat yuk seperti apa kurva titrasi pada penjelasan tabel di bawah ini.<\/span><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/hs-fs\/hubfs\/titrasi%20asam%20basa%201.1.jpg?t=1538519432040&amp;width=600&amp;name=titrasi%20asam%20basa%201.1.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"306\" data-original-width=\"600\" height=\"203\" src=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/hs-fs\/hubfs\/titrasi%20asam%20basa%201.1.jpg?t=1538519432040&amp;width=600&amp;name=titrasi%20asam%20basa%201.1.jpg\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<\/div>\n<\/div>\n<p>\nKemudian, titrasi asam lemah menggunakan basa lemah dan sebaliknya tidak dilakukan karena:<\/p>\n<p>1. Perubahan pH drastis terjadi sangat singkat.<\/p>\n<p>2. Tidak ada indikator yang cukup teliti untuk mengamati perubahan.<\/p>\n<p>3. Reaksi berlangsung lambat dan tidak tuntas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Titrasi asam basa merupakan suatu prosedur yang dilakukan saat kita ingin menentukan kemolaran atau kadar suatu asam atau basa berdasarkan reaksi netralisasi. Selain itu, dalam titrasi asam basa terdapat beberapa istilah yang harus kamu ketahui, beberapa istilah di antaranya: Pentiter, merupakan zat yang mentitrasi suatu asam-basa yang ingin ditentukan kemolarannya. Titik akhir titrasi, merupakan titik saat indikator asam-basa mengalami perubahan warna Titik ekuivalen, merupakan titik saat asam-basa tepat habis bereaksi Daerah perubahan pH drastis, merupakan daerah di mana saat terjadinya sedikit penambahan tetes pentiter, akan mengubah warna indikator asam-basa Titrasi asam basa bisa kamu lakukan ketika menggunakan sebuah indikator asam-basa serta zat pentiter. Nah, indikator asam-basa yang baik untuk titrasi itu ada dua macam, yaitu: Yang mempunyai trayek perubahan pH yang berada di sekitar titik ekuivalen atau pada titik ekuivalen tersebut Ketika perubahan warna terlihat jelas dan juga tajam. Merupakan proses titrasi. Tidak selalunya basa sebagai pentitrasi, bisa juga sebaliknya, asam yang menjadi pentitrasi Kemudian, untuk menggunakan indikator asam-basa, kamu harus menggunakan beberapa prosedur titrasi, di antaranya adalah: 1. Asam yang akan dititrasi, mula-mula ditetesi indikator asam-basa secukupnya. 2. Kemudian masukkan pentiter yang berupa basa, setetes demi setetes sambil menghitung. 3. Ketika warna indikator berubah, hentikan titrasi (titik akhir titrasi). Squad, kamu harus tahu nih bahwa pada titrasi asam-basa terdapat rumus titrasi yang berlaku, yaitu: Asam-basa monovalen dan asam-basa divalen Ma. Va = Mb. Vb Asam divalen-basa monovalen 2. Ma. Va = Mb. Vb Basa divalen-asam monovalen Ma. Va = 2. Mb. Vb Sekarang, kita lihat yuk seperti apa kurva titrasi pada penjelasan tabel di bawah ini. Kemudian, titrasi asam lemah menggunakan basa lemah dan sebaliknya tidak dilakukan karena: 1. Perubahan pH drastis terjadi sangat singkat. 2. Tidak ada indikator yang cukup teliti untuk mengamati perubahan. 3. Reaksi berlangsung lambat dan tidak tuntas.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}