{"id":493,"date":"2012-10-03T02:57:00","date_gmt":"2012-10-03T01:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=493"},"modified":"2012-10-03T02:57:00","modified_gmt":"2012-10-03T01:57:00","slug":"cintai-ia-dalam-diam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=493","title":{"rendered":"cintai ia dalam diam"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-_Yr_PsykmhY\/UGubT2KQvkI\/AAAAAAAAAJA\/tCYk4mqSUBw\/s1600\/emo-love-9-t.jpg\" style=\"clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"254\" width=\"320\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-_Yr_PsykmhY\/UGubT2KQvkI\/AAAAAAAAAJA\/tCYk4mqSUBw\/s320\/emo-love-9-t.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<p>\nBila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam \u2026<\/p>\n<p>Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya \u2026<\/p>\n<p>Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,<\/p>\n<p>Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..<\/p>\n<p>Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..<\/p>\n<p>Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..<\/p>\n<p>Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..<\/p>\n<p>Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu \u2026<\/p>\n<p>Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ??<\/p>\n<p>Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan \u2026<\/p>\n<p>Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah \u2026.<\/p>\n<p>Karena dalam diammu tersimpan kekuatan \u2026 kekuatan harapan \u2026<\/p>\n<p>Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata \u2026<\/p>\n<p>Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ??<\/p>\n<p>Dan jika memang \u2018Cinta Dalam Diammu\u2019 itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam \u2026<\/p>\n<p>Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus \u2018Cinta Dalam Diammu\u2019 itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat \u2026<\/p>\n<p>Biarkan \u2018Cinta Dalam Diammu\u2019 itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu \u2026<\/p>\n<p>Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan\u2026<\/p>\n<p>Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba\u2026mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya\u2026<\/p>\n<p>Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..<\/p>\n<p>\u201d Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah .\u201d (QS. Adz Dzariyat:49) <\/p>\n<p>\u201d Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. \u201d (QS. An Nuur: 32) <\/p>\n<p>\u201d Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. \u201d (QS. Ar-Ruum:21)<\/p>\n<p>Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah\u2026 berdo\u2019alah\u2026 berpuasalah\u2026<\/p>\n<p>\u201d Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya \u201d (Hadist) \u201d <\/p>\n<p>\u201c Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. \u201d (QS. Al Israa\u2019 :32) <\/p>\n<p>Cukup cintai ia dalam diam\u2026<\/p>\n<p>bukan karena membenci hadirnya\u2026tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia\u2026tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya\u2026tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..<\/p>\n<p>Cukup cintai ia dari kejauhan\u2026<\/p>\n<p>karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja \u2018kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga\u2026<\/p>\n<p>Cukup cintai ia dengan kesederhanaan\u2026<\/p>\n<p>memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan\u2026<\/p>\n<p>Maka cintailah ia dengan keikhlasan<\/p>\n<p>karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati\u2026tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi\u2026?<\/p>\n<p>\u201c\u2026boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. \u201d (QS. AlBaqarah:216) \u201c<\/p>\n<p>\u201d Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)\u201d (QS.An Nuur:26) \u201c<\/p>\n<p>Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan\u2026<\/p>\n<p>karena tiada yang tahu rencana Tuhan\u2026 mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan\u2026 serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya\u2026<\/p>\n<p>\u201c Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. \u201d (Umar bin Khattab ra.)<\/p>\n<p>(source http:\/\/aku-dia-dan-semuanya.blogspot.com\/2010\/11\/jika-belum-bersedia-cintai-dia-dalam.html)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam \u2026 Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya \u2026 Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya.. Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu .. Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya .. Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu \u2026 Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ?? Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan \u2026 Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah \u2026. Karena dalam diammu tersimpan kekuatan \u2026 kekuatan harapan \u2026 Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata \u2026 Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?? Dan jika memang \u2018Cinta Dalam Diammu\u2019 itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam \u2026 Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus \u2018Cinta Dalam Diammu\u2019 itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat \u2026 Biarkan \u2018Cinta Dalam Diammu\u2019 itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu \u2026 Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan\u2026 Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba\u2026mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya\u2026 Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah.. \u201d Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah .\u201d (QS. Adz Dzariyat:49) \u201d Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. \u201d (QS. An Nuur: 32) \u201d Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. \u201d (QS. Ar-Ruum:21) Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah\u2026 berdo\u2019alah\u2026 berpuasalah\u2026 \u201d Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya \u201d (Hadist) \u201d \u201c Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. \u201d (QS. Al Israa\u2019 :32) Cukup cintai ia dalam diam\u2026 bukan karena membenci hadirnya\u2026tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia\u2026tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya\u2026tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup.. Cukup cintai ia dari kejauhan\u2026 karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja \u2018kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga\u2026 Cukup cintai ia dengan kesederhanaan\u2026 memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan\u2026 Maka cintailah ia dengan keikhlasan karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati\u2026tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi\u2026? \u201c\u2026boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. \u201d (QS. AlBaqarah:216) \u201c \u201d Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)\u201d (QS.An Nuur:26) \u201c Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan\u2026 karena tiada yang tahu rencana Tuhan\u2026 mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan\u2026 serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya\u2026 \u201c Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. \u201d (Umar bin Khattab ra.) (source http:\/\/aku-dia-dan-semuanya.blogspot.com\/2010\/11\/jika-belum-bersedia-cintai-dia-dalam.html)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/493"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=493"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/493\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=493"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=493"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=493"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}