{"id":64,"date":"2018-08-09T21:05:00","date_gmt":"2018-08-09T20:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=64"},"modified":"2018-08-09T21:05:00","modified_gmt":"2018-08-09T20:05:00","slug":"yang-tepat-bukan-siapa-cepat-atau-lambat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arifyoga.id\/?p=64","title":{"rendered":"Yang Tepat; Bukan Siapa Cepat Atau Lambat"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\n<i>\u201cKatakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah<br \/>\nberiman,&nbsp;\u2018Hendaklah mereka melaksanakan shalat, menginfakkan sebagian<br \/>\nrezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum<br \/>\ndatang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan\u2019.\u201d (Qs.<br \/>\nIbrahim 31)<\/i><\/p><\/blockquote>\n<h2>\n<b>Sebuah Awal<\/b><\/h2>\n<p>Ada yang sedang merangkai mimpi, ada yang<br \/>\nsedang memperjuangkan mimpi, dan atau.. ada juga yang sedang menyerah,<br \/>\nkarena merasa bermimpi terlalu tinggi. Ada.<br \/>\nBagi mereka yang<br \/>\nmerangkai mimpi, layaknya seorang pelukis yang diberi kanvas, seperti<br \/>\npenulis yang diberi pena dan lembar agar terisi. Gambar dan tulisannya<br \/>\nadalah perjuangan, cat dan tintanya ialah fasilitas-fasilitas yang Allah<br \/>\n berikan.<br \/>\nAkan tetapi, ada saat-saat dimana sebelum memulai<br \/>\nsemuanya menjadi begitu berat. Tentang kegagalan, tentang resiko yang<br \/>\nsama besar dengan&nbsp;\u2018sesuatu\u2019 yang diimpikan. Tentang lelah, tentang cemas<br \/>\n yang kehilangan penguat dan kepastian.<br \/>\nBagi seorang muslim tentu tidak seharusnya demikian. Sebab kita meyakini,<\/p>\n<p><i><b>\u201cMungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.\u201d (Qs. An-Nisa 19)<\/b><\/i><\/p>\n<p>Siapakah yang paling tahu tentang manusia dan dirinya sendiri jika bukan Allah?<br \/>\nSebagaimana yang dinyatakan oleh penyair,&nbsp;<i>\u201cSeseorang seharusnya <b>berusaha<\/b> sekuat tenaganya mendapat kebaikan. Tetapi, ia tidak akan bisa <b>menetapkan<\/b> keberhasilannya.\u201d<\/i><br \/>\nTepat,<b> tugas kita hanyalah berusaha dan berdo\u2019a<\/b>. Sedangkan perihal <b>menetapkan<\/b>, ia mutlak kekuasan Allah. Jadi, apakah yang masih membuatmu pesimis?<\/p>\n<h2>\n<b>Mengayuh Sepeda<\/b><\/h2>\n<p>Wah, udah sering pasti ya, kita mendengar kalimat&nbsp;<i>&nbsp;<\/i><br \/>\n<i>\u201cBerdo\u2019a itu seperti kayuhan sepeda, terus saja mengayuh, nanti akan sampai ke tujuannya.\u201d<\/i><\/p>\n<p>Jika dalam berdo\u2019a saja kita harus terus&nbsp;\u2018mengayuh\u2019, maka bagaimana dengan <b>wujud nyata ikhtiyar<\/b> kita? <i>&nbsp;<\/i><br \/>\n<i>Duh, udah sampai mana ya~<\/i><\/p>\n<p>Dan pengayuh sepeda, selalu menggunakan kedua sisi kakinya. Beriringan. Sama-sama <b>jumlah total <\/b>kekuatannya.<br \/>\n Kalau kita mendapati usaha kita sering gagal, harus menjadi bahan<br \/>\nintrospeksi. Jangan-jangan ada yang timpal, ada yang tidak seimbang.<br \/>\nDi awal tulisan ini, kami menyematkan surat Ibrahim ayat 31,<\/p>\n<p><i>\u201cKatakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, \u2018Hendaklah mereka <b>melaksanakan shalat<\/b>, <b>menginfakkan sebagian rezeki<\/b> yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan\u2019.\u201d<\/i><\/p>\n<p>Serta dalam potongan surat Al-Baqarah ayat 45, dengan jelas Allah berfirman;<\/p>\n<p>\u201cDan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan<b> sabar<\/b> dan<b> shalat,<\/b> ..\u201d<\/p>\n<p>Sebuah pertanyaan yang paling mendasar setelah ini,&nbsp;<i>\u201cUsahaku selalu gagal, adakah diriku sedang tersibukkan dengan <b>satu sisi<\/b> kayuhan dalam memperjuangkan, tetapi <b>lupa<\/b> dengan sisi lainnya tentang memohon pertolongan?\u201d<\/i><\/p>\n<p><i><strike>Bisa jadi.. demikian~&nbsp; :\u2019<\/strike><\/i><\/p>\n<p>Rasulullah shalallahu&nbsp;\u2018alaihi wa sallam bersabda,&nbsp;\u201cSesungguhnya dalam setiap harta itu<b> ada<\/b> hak orang lain selain dari <b>zakat<\/b>\u201d (HR. Tirmidzi)<\/p>\n<p>Nah, maka.. mulai saat ini, ikhtiyarkan mimpi-mimpi kita dengan menyertakan kehadiran Allah, yuk! Iringi perjuangan dengan <b>sabar<\/b> dan <b>sholat<\/b>, serta <b>menyedekahkan<\/b> harta kita yang memang didalamnya itu <b>ada hak milik orang lain<\/b>! In syaa Allah, berkah. :))<\/p>\n<h2>\n<b>Selamat Berjuang!<\/b><\/h2>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nMenjadilah<br \/>\n Musa bin Nushair yang belajar dari kesalahan pendahulunya dalam<br \/>\nmenaklukan wilayah Maghribi, Afrika Utara. Jika Uqbah bin Nafi\u2019<br \/>\nmembutuhkan waktu hanya <b>beberapa bulan<\/b> untuk membuat penduduknya menjadi muslim <i>-yang kembali murtad-<\/i> maka Musa bin Nushair membutuhkan waktu <b>6 sampai 7 tahun<\/b>&nbsp;untuk memperbaikinya menjadi masyarakat muslim yang taat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nTidak<br \/>\n mudah, tentu. Apalagi menghadapi masyarakatnya yang waktu itu adalah<br \/>\nsuku barbar. Namun Musa bin Nushair menjadikan Allah selalu disisinya.<br \/>\nmenjadikan sabar dan shalat sebagai penolongnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<b>Ini soal kualitas, bukan kuantitas. <\/b>Mau cepat atau lambat, yang terpenting adalah<b>&nbsp;\u2018sukses\u2019<\/b> dengan hasil yang tepat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<p><b>Selamat Berjuang!<\/b><br \/>\n<i>2 Ramadhan 1439 H, Ibn Sabil: Quraners Team.<\/i><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<a href=\"https:\/\/encrypted-tbn0.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcRlAEL4NU0VkMJ2FT8GnzFNS7Xhw8vwSM9x3H5FSg7hcTFDJg-m\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"183\" data-original-width=\"275\" height=\"265\" src=\"https:\/\/encrypted-tbn0.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcRlAEL4NU0VkMJ2FT8GnzFNS7Xhw8vwSM9x3H5FSg7hcTFDJg-m\" width=\"400\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<a href=\"http:\/\/blogs.dunyanews.tv\/18485\/\"><span style=\"font-size: x-small;\">&nbsp;Pics<\/span><\/a><\/div>\n<p><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKatakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman,&nbsp;\u2018Hendaklah mereka melaksanakan shalat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan\u2019.\u201d (Qs. Ibrahim 31) Sebuah Awal Ada yang sedang merangkai mimpi, ada yang sedang memperjuangkan mimpi, dan atau.. ada juga yang sedang menyerah, karena merasa bermimpi terlalu tinggi. Ada. Bagi mereka yang merangkai mimpi, layaknya seorang pelukis yang diberi kanvas, seperti penulis yang diberi pena dan lembar agar terisi. Gambar dan tulisannya adalah perjuangan, cat dan tintanya ialah fasilitas-fasilitas yang Allah berikan. Akan tetapi, ada saat-saat dimana sebelum memulai semuanya menjadi begitu berat. Tentang kegagalan, tentang resiko yang sama besar dengan&nbsp;\u2018sesuatu\u2019 yang diimpikan. Tentang lelah, tentang cemas yang kehilangan penguat dan kepastian. Bagi seorang muslim tentu tidak seharusnya demikian. Sebab kita meyakini, \u201cMungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.\u201d (Qs. An-Nisa 19) Siapakah yang paling tahu tentang manusia dan dirinya sendiri jika bukan Allah? Sebagaimana yang dinyatakan oleh penyair,&nbsp;\u201cSeseorang seharusnya berusaha sekuat tenaganya mendapat kebaikan. Tetapi, ia tidak akan bisa menetapkan keberhasilannya.\u201d Tepat, tugas kita hanyalah berusaha dan berdo\u2019a. Sedangkan perihal menetapkan, ia mutlak kekuasan Allah. Jadi, apakah yang masih membuatmu pesimis? Mengayuh Sepeda Wah, udah sering pasti ya, kita mendengar kalimat&nbsp;&nbsp; \u201cBerdo\u2019a itu seperti kayuhan sepeda, terus saja mengayuh, nanti akan sampai ke tujuannya.\u201d Jika dalam berdo\u2019a saja kita harus terus&nbsp;\u2018mengayuh\u2019, maka bagaimana dengan wujud nyata ikhtiyar kita? &nbsp; Duh, udah sampai mana ya~ Dan pengayuh sepeda, selalu menggunakan kedua sisi kakinya. Beriringan. Sama-sama jumlah total kekuatannya. Kalau kita mendapati usaha kita sering gagal, harus menjadi bahan introspeksi. Jangan-jangan ada yang timpal, ada yang tidak seimbang. Di awal tulisan ini, kami menyematkan surat Ibrahim ayat 31, \u201cKatakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, \u2018Hendaklah mereka melaksanakan shalat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan\u2019.\u201d Serta dalam potongan surat Al-Baqarah ayat 45, dengan jelas Allah berfirman; \u201cDan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, ..\u201d Sebuah pertanyaan yang paling mendasar setelah ini,&nbsp;\u201cUsahaku selalu gagal, adakah diriku sedang tersibukkan dengan satu sisi kayuhan dalam memperjuangkan, tetapi lupa dengan sisi lainnya tentang memohon pertolongan?\u201d Bisa jadi.. demikian~&nbsp; :\u2019 Rasulullah shalallahu&nbsp;\u2018alaihi wa sallam bersabda,&nbsp;\u201cSesungguhnya dalam setiap harta itu ada hak orang lain selain dari zakat\u201d (HR. Tirmidzi) Nah, maka.. mulai saat ini, ikhtiyarkan mimpi-mimpi kita dengan menyertakan kehadiran Allah, yuk! Iringi perjuangan dengan sabar dan sholat, serta menyedekahkan harta kita yang memang didalamnya itu ada hak milik orang lain! In syaa Allah, berkah. :)) Selamat Berjuang! Menjadilah Musa bin Nushair yang belajar dari kesalahan pendahulunya dalam menaklukan wilayah Maghribi, Afrika Utara. Jika Uqbah bin Nafi\u2019 membutuhkan waktu hanya beberapa bulan untuk membuat penduduknya menjadi muslim -yang kembali murtad- maka Musa bin Nushair membutuhkan waktu 6 sampai 7 tahun&nbsp;untuk memperbaikinya menjadi masyarakat muslim yang taat. Tidak mudah, tentu. Apalagi menghadapi masyarakatnya yang waktu itu adalah suku barbar. Namun Musa bin Nushair menjadikan Allah selalu disisinya. menjadikan sabar dan shalat sebagai penolongnya. Ini soal kualitas, bukan kuantitas. Mau cepat atau lambat, yang terpenting adalah&nbsp;\u2018sukses\u2019 dengan hasil yang tepat. Selamat Berjuang! 2 Ramadhan 1439 H, Ibn Sabil: Quraners Team. &nbsp;Pics<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"wprm-recipe-roundup-name":"","wprm-recipe-roundup-description":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[21,18],"tags":[],"aioseo_notices":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/64"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=64"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/64\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=64"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=64"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arifyoga.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=64"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}